Jika emosi orang-orang didorong ke antusiasme, kinerja akan meningkat; jika orang-orang di dorong ke arah kebencian dan kecemasan, kinerja akan merosot.-Daniel Goleman
Emosi setiap orang sangat dipengaruhi oleh pemimpinnya. Apakah pengaruh negatif atau positif yang diberikan? Kita bisa melihat akibat yang ada di dalamnya. Jika yang timbul adalah semangat mereka untuk bekerja, menolong orang lain di timnya dan kegembiraan maka pengaruh positif sudah diberikan oleh seorang pimpinan. Memang pada kenyataannya emosi juga dipengaruhi oleh jenis pekerjaan.
Ketika deadline sedang menanti, pekerjaan pun terasa berat, solusi belum ditemukan, mungkin saat itu kita akan patah semangat. Mungkin saat itu kita juga akan memkikirkan jenis pekerjaan lain sebagai tempat pelarian kita. Saya juga pernah mengalami keadaan seperti itu. Pekerjaan begitu banyak dan target masih jauh. Kami harus bekerja. Tetapi ketika pemimpin memberikan dampak emosi positif, maka dengan senang hati saya melakukan pekerjaan tersebut di hari sabtu bahkan hari minggu. Tanpa disuruh. Itu terjadi hanya karena pemimpin yang memperhatikan permasalahan saya dan tentu saja saya tidak mau dia mengalami kesulitan. Sampai akhirnya sang pemimpin mengetahuinya, dia menyediakan tenaga kontrak untuk menyelesaikan target yang ada. Dia tidak selalu menekan anak buah tetapi dia juga memberikan solusi.
Inner Power. Kayaknya sih, sampai hari ini blom ditemukan dampak bagus dari merokok kecuali bagi produsen dan pedadangnya. Meskipun sudah banyak himbauan dan peringatan akan bahayanya, tetapi tetap saja kita orang pada merokok. Alasannya untuk mendapatlan kenikmatan. Bukannya masih ada cara lain yang lebih aman untuk memacu otak dan mendapatkan kenikmatan di luar kebiasaan merokok?
Tar, Nikotin, zat dan gas kimia yang dikandung rokok sudah menjadi rahasia umum berpotensi membenihkan sekian penyakit. Di bungkusnya saja sudah ada peringatannya. Lagian komposisi bahan kimia yang ditambahkan untuk menambah laju masuknya nikotin ke otak (agar rasa nikmat lebih cepat terasa) berpotensi membahayakan perokok itu sendiri.
Saat ini di pasaran emang banyak ditemui rokok “Mild” atau “Rokok Ringan” yang mengklaim memiliki kandungan Tar dan Nikotin lebih rendah. Tetapi tetap saja gas yang ditimbulkan sebagai efek samping merokok berpotensi membahayakan bagi si perokok (aktif) dan bagi orang disekitamya (pasif).
Banyak terdapat penyakit kaum perokok. Menurut penelitian ada 10 tipe kanker yang disebabkan oleh rokok. Nah lo. Selain itu disebutkan juga bahwa pria perokok akan meninggal 13,2 tahun lebih muda dibandingkan yang bukan perokok sedangkan wanita perokok meninggal 14,5 tahun lebih muda.
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, pita suara dan esofagus. Wanita perokok memiliki kemungkinan 13 kali lebih tinggi kena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok. Sedangkan pria perokok 23 kali lebih tinggi terkena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok.
Kanker perut dan lambung, kanker ginjal, kanker pankreas, bila fatal dapat menyebabkan diabetes mellitus I kencing manis, kanker leher rahim, kangker darah/Leukemia. Weleh!
Perokok beresiko 3 kali lebih tinggi menderita katarak yang dapat menyebabkan kebutaan. Rokok dapat menjadi penyebab utama terjadinya stroke dan kerusakan otak. Perokok beresiko 10 kali lebih tinggi menderita periodontitis (gusi terbakar yang mengarah ke infeksi) sehingga dapat merusak jaringan halus dari tulang.
Dampak lainnya dapat terjadi pneumonia, bronchitis, asthma, batuk kronis, gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, dan stroke. Kemandulan, bayi lahir prematur, bayi lahir berat badan kurang (BBLR) dan ganguan pernapasan. Keren keren namanya ya, Bro?
Untuk mencegah dampak buruk dari masuk dan tertimbunya bahan berbahaya rokok ke dalam saluran pernapasan, sebaiknya perokok mengkonsumsi sumber sumber Chlorophyl dan antioxidan secara teratur. Tidak lupa tentunya saran yang paling tepat adalah mulai berubah, mengurangi, dan menghilangkan kebiasaan hidup yang kurang baik seperti merokok.