03 Sept 2015

Sekilas Tentang YLPI Riau

Setelah KMB dan diakuinya kedaulatan RI oleh belanda 27 Desember 1949, diawal tahun 1950. Kepala kantor Departemen Agama Sumatera Tengah Ustadz H. Nazaruddin Toha mencetuskanide untuk mendirikan SMP Islam diseluruh Sumatera Tengah. Dibulan Agustus 1950 diadakan kursus guru SMP Islam dengan struktur tunggal ustad H. Kasim Bakri di Bukit Tinggi. Pekanbaru ketika itu merupakan ibukota kabupaten Kampar, dua tokoh agama Islam didaerah ini saat itu yaitu H. Nurdin Abdul Jalil dan H. Zaini Kunin menyambut ide tersebut.

Maka tanggal 25 September 1950 mereka mendirikan SMP Islam Jl. Muhammad Yamin, bersamaan dengan itu didirikan pula SR Islam oleh H. Baharuddin Yusuf dan Ibu Hj. Khadijah Ali. Untuk mengurus kedua sekolah tersebut maka didirikanlah LPI (Lembaga Pendidikan Islam). Kemudian tahun 1955 ditingkatkan menjadi YLPI (Yayasan Lembaga Pendidikan Islam). Tahun 1957 baru YLPI Daerah Riau diaktekan dengan Akte Notaris Syawal St. Diatas No. 10/1957. Landasan yang paling dasar dari YLPI dalam berbuat adalah : "Berbuat Baiklah, sebagaimana Allah telah berbaik kepada mu."(Al-Qhasas :77) Atas Landasan itu YLPI dengan langkah pasti mendirikan berbagai sekolah :

Di Lubuk Bendahara (ROHUL) :

1 September 1958 - PGAA YLPI di PekanbaruTahun 1959 - PGAP YLPI

Di Pekanbaru :

Tahun 1959 - PGAP YLPI

Di Duri :

Tahun 1962 didirikan TK Islam
Tahun 1970 didirikan SD Islam
Tahun 1973 didirikan SKPP Islam
Tahun 1974 Didirikan SMP Islam Mutiara Tahun berikutnya didirikan SMA Islam Mutiara

Dumai :

Tahun 1975 pernah didirikan SD Islam dan PGAP

Pada tanggal 14 Juni 1985 didirikan Akademik Teknik dan Manajemen Industri (ATMI)

Di Pekanbaru sekarang YLPI Riau mengasuh :

2 TK Islam
1 SD Islam Plus
2 MDA
2 SMU dan
Universitas Islam Riau

 

Kalau kita berbicara tentang YLPI kita tidak dapat melupakan jasa-jasa besar tokoh pendidik, ulama dan pejabat pemerintah diantaranya :

1.
H. Suman HS, Pujangga nasional asal Rohul (RIAU)
2.
H. Zaini Kunin, Ulama lahir di Lubuk Bendahara yang mengorbankan jiwa raga dan hartanya untuk YLPI
3.
H. Bakri Sulaiman, Ulama yang lama di Palestina dan Timur Tengah
4.
H. Abdul Malik, Mantan Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Kampar dan Pekanbaru
5.
H. DT. Wan Abdur RAhman, Mantan Wakil Gubernur Riau
6.
H. Nurdin Abdul Jalil, Ulama mantan kepala kantor Departemen Agama Provinsi Riau

Mereka sadar sekali dengan sabda Rasulullah SAW : "Bersabda Rasulullah SAW : Celakanya umatku pada dua macam sebab, yaitu meninggalkan ilmu dan mengumpulkan harta." (H.R. Bukhari) "Umatku terbagi tiga, yaitu : Barang siapa yang hari ininya lebih baik dari hari kemarin maka dialah orang yang beruntung Barang siapa yang hari ininya sama saja dengan hari kemarin maka dialah orang yang merugi Barang siapa yang hari ininya lebih jelek dari pada hari kemarin maka dialah orang yang celaka."(H.R. Ibnu Majah) "Satu bangsa dikenal lantaran akhlaknya (budi pekertinyaJika budi pekertinya (akhlaknya) telah runtuh, maka runtuh pulalah bangsa itu."(Syair Syauqy Bey)

Makanya YLPI Daerah Riau bergerak dibidang pendidikan untuk mencetak anak bangsa yang beiman, berilmu dan berakhlak."Dan hendaklah khawatir orang-orang kalau sampai meninggalkan anak cucu ( generasi ) yang lemah, yang membuat kesejahteraan mereka rendah. Oleh sebab itu hendaklah mereka berkata dan mendidik anak-anak secara benar." (An-nisa : 9)

Kebodohan sumber kelemahan-kelemahan, sumber ketidakberdayaan dan kesengsaraan serta keterbelakangan. Berbuatlah kamu sebagaimana Allah telah berbuat baik kedapa kamu (Dasar YLPI dalam berbuat dan beramal) Mari kita bersama-sama berlomba untuk berbuat baik, demi kebaikan anak cucu dan generasi kita YLPI Riau, Yayasan tempat dan lahan untuk beramal dan beribadah. Gubahlah dunia dengan amal dan hiasilah zaman dengan Iman diujung sana akan ditemui hidup bahagia dunia dan akhirat.

TTD,

Prof. Dr. H. Amir Hasan,MS., MM., Ak., CPA

KETUA UMUM

BY: Admin