• Signature Bonus dan Komitmen Fee di Industri Migas – Dr. Eng. Muslim

    Signature Bonus dan Komitmen Fee di Industri Migas – Dr. Eng. Muslim

    INDUSTRI migas memiliki ciri khas diantaranya adalah high risk, high cost, and high technology. Dengan demikian industry migas menjadi ekslusif dibandingkan industry lainnya. Sehingga para pemain di industri migas adalah pemilik modal yang harus memiliki financial yang cukup kuat. Walaupun industry migas menjadi salah satu industri yang memiliki resiko tinggi masih sangat banyak pemain yang […]
Jl. Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru Riau
28284 Ph: +62.761.674.674 Fax.: +62.761.674.834
Email : info@uir.ac.id

Tak Berkategori


2 Desember 2018
Ada Iklan di Gerbang Kampus Oleh Mardianto Manan

Ketika anda masuk ke Kampus Teduh Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru,  maka anda sempat sebentar melihat  ke kanan di seberang pintu gerbang masuk kampus ini, maka anda akan disuguhkan seonggok iklan tegak berdiri betul didepan sana dengan garang sekali gus menawan untuk mahasiswa dan mahanya siswi untuk ikut terjerembab bersama iklan terkutuk tersebut, yakni iklan rokok yang sebagian para ustad mengharamkan rokok tersebut.

Padahal kampus UIR, hari ini lagi mencuat ke permukaan sebagai Kampus Percontohan  Sehat di Indonesia,  apakesah kok bisa demikian?  Karena UIR menjadi kampus yang paling berani mengiklankan daerah bebas asap rokok di kampusnya,  dan dilarang untuk seluruh yang hadir di kampus teduh tersebut untuk merokok,  tanpa kecuali siapapun dia, dan dari manapun asal kampuang dan negaranya.

Tetapi ada yang menarik terjadi di kawasan sekitar kampus UIR,  tepatnya di depan pintu gerbang masuk UIR, dipasang balihio raksasa,  yang melambai lambai dan merayu rayu mahasiswa UIR untuk merokok yang diterjemahkan dari iklan baliho besar yang dipajang,  dan selalu ditukar silih berganti oleh produsen rokok ini, tanpa rasa sungkan dan berdosa memajangnya disana.

Sehingga bagaimana pula UIR akan bertahan lama,  mempertahankan kampusnya menjadi kawasan bebas rokok,  ketika iklan yang diizinkan Pemerintah Kota Pekanbaru tetap dipajang selalu menggoda generasi muda yang kampusnya sudah sudah sadar bahwa merokok tersebut bakal merusak segalanya, ya segalanya apakah harta benda bahkan anak isteri sampai nyawa (maaf bagi para ahli hisap asap).

Ada baiknya pak walikota sebagai Ketua Alumni UIR ini,  Bapak Firdaus meninjau kembali tentang pemberian izin untuk pemasangan iklan di depan kampus kita (kalau boleh berjuta juta), karena kampus kita yang sudah terkenal ke seluruh Indonesia ini, bahwa kampus ini yang tegas melarang semua orang merokok di kampusnya sendiri. Tetapi itupun jika Walikota mau diajak sebagai alumni, tapi  jika tidak,  jangan jangan kami yang memaksakan nanti,  agar iklan rokok tersebut dilarang dipasang di depan kampus kami (“kami”jika bapak tak mau), seperti walikota melarang iklan rokok sepanjang jalan KTL di Jalan Sudirman dengan surat edaran Walikota Pekanbaru, Nomor 805/DPD/XII/2015, tentang larangan Pemasangan iklan Produk Rokok Pada Ruas Jalan Tertentu di Wilayah Kota Pekanbaru.  kenapa tidak  dilarang juga di depan kampus yang jelas jelas melarang merokok di kawasan kampusnya sendiri.

Selanjutnya saya kutip dari Riautribun 16 Desember 2016 dijabarkan bahwa; Dalam rangka Pelaksanaan Pasal 31 Huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat akditif berupa produk tembakau bagi kesehatan Juncto Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri No 188/menkes/PB/1/2011 dan nomor 7 tahun 2011 tentang pedoman pelaksanaan kawasan tanpa rokok juncto Peraturan Walikota Pekanbaru tahun 24 tahun 2013 tentang penyelenggaraan reklame di Kota Pekanbaru Juncto peraturan Walikota Pekanbaru nomor 39 tahun 2014 tentang kawasan tanpa rokok, maka kami sampaikan hal sebagai berikut :

  1. Bahwa Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok, atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produksi tembakau.
  1. Bahwa guna pengendalian iklan produk rokok maka salah satu yang dilarang untuk pemasangan iklan adalah dijalan utama dan protokol.
  1. Bahwa sesuai ketentuan diatas maka perlu kiranya dilakukan penataan ruang dan pemanfaatan lahan yang efektif, oleh karena itu, pemerintah Kota Pekanbaru melarang pemasangan reklame yang mengandung zat akditif / iklan produk tembakau (Rokok) khususnya di jalan utama atau protokol pada kawasan sebagai berikut : a. Jl. Sudirman (Mulai dari persimpangan Jl. KH. Nasution atau persimpangan Jl. Adisucipto s/d persimpangan Hangtuah)b. Jl. Patimura (Mulai dari persimpangan Jl Sudirman s/d persimpangan Jalan Beringin / Depan SPN) c. Jl. Tuanku Tambusai / Nangka (Mulai dari persimpangan Jalan Sudirman s/d persimpangan KH. Ahmad Dahlan)d. Jl. Riau(Mulai dari persimpangan Jalan Sudirman s/d persimpangan Jl. Kulim)e. Jl. Arifin Ahmad(Mulai dari Persimpangan Jalan Sudirman s/d Persimpangan Jalan Paus)f. Sepanjang Jalan Diponegorog. Sepanjang Jalan Gadjah Madah. Sepanjang Jalan Naga Sakti.
  1. Bahwa larangan pemasangan reklame pada kawasan sebagaimana ditentukan pada poin ke 3 (tiga) diatas, dikecualikan terhadap jenis reklame Videotron dengan ketentuan durasi penayangan tidak boleh melebihi 60 (enam piluh) detik, dan penayangan tersebut wajib diselingi dengan iklan layanan masyarakat.
  1. Apabila penyelenggara reklame tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana poin ke – 3 (Tiga) dan ke 4 (empat) diatas, maka terhadap izin mendirikan bangunan reklame dan izin penyelenggara reklame akan dicabut, serta dilakukan penertiban.
  1. Bahwa terhadap pelaksanaan peraturan walikota Pekanbaru Nomor 24 tahun 2013 tentang penyelenggara reklame di Kota Pekanbaru dapat dikoordinasikan pada bidang pendataan dan penetapan dinas pendapatan daerah Kota Pekanbaru.

Dikeluarkan di Pekanbaru, 16 Desember 2015, Walikota Pekanbaru, Firdaus ST, MT. Tembusan disampaikan kepada, Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Kapolresta Pekanbaru, Kepala Dishubkominfo Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Bina Marga Pekanbaru, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertanaman Pekanbaru dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru.

Bukankah ini membantu program pemerintah juga,  agar warga berpola hidup sehat,  salah satu implementasi kota sehat di Indonesia, karena di Pekanbaru pun sudah ada forum kita sehat yang sudah pernah mendapatkan penghargaan tertinggi di Indonesia pada era Walikota Bapak Herman Abdullah pada tahun 2005 yang lalu, bahkan Forum ini sudah bekerjasama dengan Teknik PWK UIR beberapa tahun yang lalu Kampus Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru (http://eng.uir.ac.id/wb/pg/article/news/detail/2425/) yang saya takutkan terpancing pula ketua forum kota sehat nanti gara gara pak wali lamban menangani ini.

Walaupun disisi lain menurut para pencandu rokok,  ada tiga keuntungan untuk orang yang perokok,  yaitu;  satu, bahwa orang perokok tidak pernah tua,  kedua, orang perokok tersebut rumahnya tak mau masuk maling dan ketiga, orang perokok ditakuti anjing,  hahahaa.

Para pembaca tahu makna ketiga hal tersebut,  maknanya adalah,  pertama; perokok berat tak pernah tua,  karena sebelum tua dia sudah mati muda katanya,  kedua; rumah tak dimasuki maling,  karena baru maling mulai mau bongkar pintu rumahnya, si perokok batuk batuk (sakit paru) akhirnya maling lari,  karena dikira sang perokok atau tuan rumah belum tidur.

Ketiga; perokok ditakuti anjing,  karena dia akan berjalan pakai tongkat, sehingga anjing sangat takut dengan orang pegang tongkat,  dikira orang tersebut mau menggebuknya hahaha, ntah iyo tah tidak, yang penting begitu kesahnya orang perokok menurut para pengamat para perokok, haha maaf pak wali bukan kami nak menggebuk pak wali pulo.*

[]Penulis: Dosen PWK Fakultas Teknik UIR

Kembali

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2018/2019 dapat dilihat disini

panduan_pembayaran_baru

Silahkan Download Sertifikat BAN PT Prodi dan UIR disini