• Tantangan Hukum di Era Revolusi Industri 4.0 Oleh : Syafrinaldi

    Tantangan Hukum di Era Revolusi Industri 4.0 Oleh : Syafrinaldi

    PEMBANGUNAN yang dilakukan oleh suatu bangsa harus memihak kepada kepentingan rakyat.  Pembangunan sebagai suatu proses yang berkesinambungan harus senantiasa tanggap dan peka terhadap dinamika yang terjadi di dalam masyarakat, baik di bidang politik, ekonomi, teknologi, sosial dan budaya dan sebagainya. Masyarakat modern (modern society) hidup dalam era teknologi informasi (information technology) atau disebut juga dengan […]
Jl. Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru Riau
28284 Ph: +62.761.674.674 Fax.: +62.761.674.834
Email : info@uir.ac.id


19 Mei 2019
Putri Hamiza, Mahasiswa UIR Segudang Prestasi di Make UP Artist

Pekanbaru, UIR : Profesi Make Up Artist (MUA) saat ini memang menjadi sebuah jasa ngehits dan dibutuhkan dimana-mana.

Contohnya Putri Hamiza atau biasa dipanggil Uti, gadis cantik kelahiran 1999 ini adalah mahasiswi jurusan Sendratasik Universitas Islam Riau (UIR), ia telah berkecimpung di dunia per-make-up-an sejak SMA.

Ia mengaku menjadi MUA karena merasa tertarik dan hobi nya dalam merias, yang biasanya di rias saat hendak tampil menari, malah menjadi perias.

“Awalnya waktu SMP saya sering ikut lomba nari dan sering dirias. Saat dirias saya suka bertanya dan melihat bagaimana cara mereka mengaplikasikan make up ke muka saya. Mulai saat itu saya sedikit demi sedikit tau tentang make up dan cara mengaplikasikannya. Saya mulai tertarik yang biasanya di rias sekarang menjadi perias,” ujarnya saat di wawancarai, Sabtu (17/05/2019).

Gadis itu berasal dari keluarga yang sederhana. Dari kecil ia sudah diajarkan untu menghasilkan uang sendiri. Waktu SD ia pernah berdagang sampai keliling komplek. Karena orangtua nya menerapkan sebuah prinsip.

“Apapun yang kita mau boleh kita beli, asalkan pakai uang sendiri,” ujarnya.

Ia mulai menekuni Make Up Artis (MUA) sejak SMA kelas 2 atau sekitar tahun 2016. Belajar make up secara otodidak dan dengan modal sendiri tanpa campur tangan dari orang tua.

“Dengan ilmu yang saya dapat, SMA kelas 2 saya mulai menekuni per-make-up-an. Modal awal yang saya miliki sekitar Rp30.000. Modal itu pun hasil dari saya ngumpulin uang jajan. Lalu saya juga buka jasa henna untuk orang nikahan. Yang sekali henna itu bisa sampai Rp200.000. dan uang hasil dari henna itu saya kumpulkan dan saya belikan untuk keperluan Make Up. Dan juga setelah make up in orang uangnya saya gunakan untuk beli keperluan make up yang lain, karena masih banyak barang yang harus dibeli. Jadi untuk menikmatinya sampai sekarang belum ada,” ujarnya lagi.

Modal awal tersebutlah yang kemudian Ia kembangkan. Dari yang awalnya biaya jasa make up yang Ia tawarkan sejumlah Rp50.000 per orang, hingga akhirnya Ia membandrol jasa make up nya dengan harga Rp150.000 hingga Rp350.000 per orang. Peralatan make up-nya pun kini jauh lebih lengkap.

“Dulu ada job pertama kali saat peringatan hari kartini di SMA, adik-adik kelas yang memakai jasa make up saya, saya kena kan biaya sebesar Rp50.000 per orang. Seiring berjalannya waktu saya menaikkan harga jasa make upnya. Dan terakhir kemarin ada yang memakai jasa make up untuk acara nikahan, Itu saya kenakan biaya sebesar Rp350.000. Uang hasil make up itu saya belikan untuk keperluan alat make up yang lain,” ujarnya.

Dengan ketekunannya di jasa Make Up Artis (MUA) dan jadwal kuliah yang sangat padat, kini Ia harus bisa mengatur waktu dengan sangat baik serta harus menjaga kesehatan.

“Kalau dari kampus masuknya itu memang agak siang. Tapi kalau ada masuk pagi dan ada jadwal ngejob ya saya izin nggak masuk. Alhamdulillah dosen pun memakluminya, Karena itu memang bidang kami. Kalau dari orangtua sangat mensupport apapun yang saya lakukan. Biasanya bunda selalu menemani kemana pun saya pergi dan kalau ayah selalu memperhatikan akan kesehatan saya. Kalo dah siap make up in orang, ayah selalu menyuruh saya untuk minum vitamin, susu dan bahkan dibuatkan jamu (kunyit campur temulawak) untuk menambah tenaga,” jelasnya.

Berkat kegigihan dan ketekunannya di dunia per-make-up-an gadis itu pun pernah mengikuti beberapa event make up dan menang juara 1 lomba make up yang diadakan oleh Yamaha di transmart.

Juara favorit lomba make up yang di adakan komunitas cugong MUA di Living World, juara 1 lomba make up lebaran yang diadakan zetizen riaupos di Living World. Semua kesuksesan yang di raihnya itu tak lepas dari dukungan orangtua, serta dukungan teman-teman di sekelilingnya.

Laporan : HUMAS UIR

Kembali

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2018/2019 dapat dilihat disini

panduan_pembayaran_baru

Silahkan Download Sertifikat BAN PT Prodi dan UIR disini

majalah-untuk-cetak-2_compressed

 

Profil Universitas Islam Riau dapat diunduh disini

UIRNews_E2

Untuk UIR News dapat di unduh disini

 

Kepada mahasiswa angkatan 2013/2018 Input KRS dan Pembayaran SPP Dasar semester Ganjil T.A 2019/2020 paling lambat tangal

19 AGUSTUS 2019

  1. Pembayaran dapat dilakukan melalui Bank :
    1. BPR Unisritama Kampus UIR (Fasilitas : Teller)
    2. Bank Syariah Mandiri (BSM) (Fasilitas : Teller, Internet Banking, Mobile Banking)
    3. Bank Mega Syariah (Fasillitas : Teller, ATM, Internet Banking)
    4. Bank Negara Indonesia (BNI) (Fasilitas : Teller, ATM, Internet Banking, Mobile Banking)
  2. Bagi mahasiswa yang tidak mengindahkan batas waktu yang telah ditetapkan, maka mahasiswa tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan semester ganjil pada T.A 2019/2020

Pekanbaru, 26 Juni 2019

Wakil Rektor Akademik,

 

 

Dr. H. Syafhendry, M.Si

Download SK Penyesuaian Kewajiban Mahasiswa Baru 2019/2020

Disini