• Tantangan Hukum di Era Revolusi Industri 4.0 Oleh : Syafrinaldi

    Tantangan Hukum di Era Revolusi Industri 4.0 Oleh : Syafrinaldi

    PEMBANGUNAN yang dilakukan oleh suatu bangsa harus memihak kepada kepentingan rakyat.  Pembangunan sebagai suatu proses yang berkesinambungan harus senantiasa tanggap dan peka terhadap dinamika yang terjadi di dalam masyarakat, baik di bidang politik, ekonomi, teknologi, sosial dan budaya dan sebagainya. Masyarakat modern (modern society) hidup dalam era teknologi informasi (information technology) atau disebut juga dengan […]
Jl. Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru Riau
28284 Ph: +62.761.674.674 Fax.: +62.761.674.834
Email : info@uir.ac.id


24 Juli 2019
Tim Pendamping dan Audit UIR lakukan Pengecekan di Dua Titik Proyek Peningkatan Jalan di Kecamatan Siak Kecil

Bengkalis, UIR : Tim Pendamping dan Audit dari Universitas Islam Riau (UIR) melakukan pengecekan di dua titik pekerjaan proyek peningkatan jalan di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Selasa (23/07/2019).

Dua titik itu masing-masing peningkatan Jalan Sungai Linau-Tanjung Damai yang dikerjakan PT Unggul Sokaja-PT Karindo Jaya Mandiri, KSO dan peningkatan jalan Sumber Jaya-Tanjung Damai yang dikerjakan PT Tata Inti Sepakat.

Ketua Tim Pendamping dan Audit, Prof Dr Ir H Sugeng Wiyono dibantu satu anggota, serta didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR Bengkalis, Diongi meminta para rekanan untuk melakukan beberapa perbaikan dari hasil pekerjaan.

“Kali ini kita kembali melihat progres dan hasil dari pekerjaan para rekanan di Kecamatan Siak Kecil. Kita menemui beberapa titik jalan yang sudah dibeton dalam keadaan retak. Tetapi dalam penelitian kita, keretakan ini terjadi bukan karena bahan materialnya yang tidak bagus atau mutu yang tidak sesuai spesifikasi, namun hal ini disebabkan oleh beberapa hal teknis pekerjaan,” ungkap Sugeng.

Pertama, lanjutnya, karena faktor terlalu lama jeda pemotongan sekmen dari jalan yang sudah dibetonisasi, yang seyogyanya harus kurang dari 10 jam setelah dibeton, namun pada teknisnya ternyata lebih.

“Ini juga ada faktor kondisi cuaca yang cukup panas, sehingga terjadi penyusutan dan membuat beton menjadi retak. Tetapi keretakan ini bukan dari bawah, melainkan pada bagian permukaan jalan,” paparnya.

Namun hal itu tetap diminta untuk dibenahi oleh Guru Besar Teknik Sipil Fakultas Teknik UIR ini, sehingga tidak menimbulkan kepecahan terhadap hasil betonisasi yang dikerjakan.

“Kita berikan koreksi dan meminta agar rekanan melakukan perbaikan jauh lebih kuat dari bahan semula, yakni dengan menggunakan metode injeksi sika. Kekuatan injeksi ini lebih besar ketimbang beton,” ungkap Sugeng.

Keretakan ini terjadi di dua proyek reguler peningkatan Jalan Sungai Linau-Tanjung Damai, yang dikerjakan PT Unggul Sokaja-PT Karindo Jaya Mandiri, KSO dan peningkatan jalan Sumber Jaya-Tanjung Damai yang dikerjakan PT Tata Inti Sepakat.

Sementara khusus untuk PT Tata Inti Sepakat, Sugeng juga memberikan evaluasi terhadap kerusakan lantai kerja yang memang sudah dan akan dibongkar serta dibuat kembali oleh rekanan yang mengerjakan peningkatan jalan Sumber Jaya-Tanjung Damai itu.

“Lantai kerja yang rusak ini sebaiknya tidak dibuang, tetapi dihancurkan dan dipadatkan di tempat itu juga, sebagai perkuatan tanah dasar dan sub base sebelumnya. Perkuatan ini perlu, karena kondisi tanah dasar yang sangat lunak, tanah gambut. Sebelumnya kami juga mengusulkan penambahan tebal sub base atau lapisan pondasi bawah. Karena alasan teknis, hal ini tidak dilaksanakan,” sebutnya.

Profesor ini juga mengaku pihaknya terus mengontrol mutu dan kuantity pekerjaan bersama konsultan pengawas (yang harus standby di lapangan). Setiap hari pengecoran minimun diambil dua sample balok untuk diuji mutunya di laboratorium. Dan, ada batas toleransi dalam penerimaannya baik mutu dan tebalnya. Kalau tidak memenuhi akan dipotong pembayarannya bahkan tidak dibayar.

Pekerjaan ini mutu dan kuantity juga terus dikontrol bersama-sama konsultan pengawas (yang harus standby di lapangan). Setiap hari pengecoran minimun diambil 2 sample balok untuk diuji mutunya di laboratorium. Ada batas toleransi dalam penerimaannya, baik mutu dan tebalnya. Kalau tidak memenuhi akan dipotong pembayarannya, bahkan tidak dibayar.

“Inilah salah satu tugas audit kami. Tim UIR akan secara rutin melakukan monitoring langsung ke lokasi pekerjaan proyek, baik terhadap mutu maupun kuantitas dari yang dikerjakan para rekanan,” ungkapnya.

Laporan : HUMAS UIR

Kembali

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2018/2019 dapat dilihat disini

panduan_pembayaran_baru

Silahkan Download Sertifikat BAN PT Prodi dan UIR disini

majalah-untuk-cetak-2_compressed

 

Profil Universitas Islam Riau dapat diunduh disini

UIRNews_E2

Untuk UIR News dapat di unduh disini

 

Kepada mahasiswa angkatan 2013/2018 Input KRS dan Pembayaran SPP Dasar semester Ganjil T.A 2019/2020 paling lambat tangal

19 AGUSTUS 2019

  1. Pembayaran dapat dilakukan melalui Bank :
    1. BPR Unisritama Kampus UIR (Fasilitas : Teller)
    2. Bank Syariah Mandiri (BSM) (Fasilitas : Teller, Internet Banking, Mobile Banking)
    3. Bank Mega Syariah (Fasillitas : Teller, ATM, Internet Banking)
    4. Bank Negara Indonesia (BNI) (Fasilitas : Teller, ATM, Internet Banking, Mobile Banking)
  2. Bagi mahasiswa yang tidak mengindahkan batas waktu yang telah ditetapkan, maka mahasiswa tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan semester ganjil pada T.A 2019/2020

Pekanbaru, 26 Juni 2019

Wakil Rektor Akademik,

 

 

Dr. H. Syafhendry, M.Si

Download SK Penyesuaian Kewajiban Mahasiswa Baru 2019/2020

Disini