Generasi Milenial dan Gen Z kini semakin akrab dengan berbagai jenis olahraga. Aktivitas fisik tersebut tak hanya menjadi cara menjaga kesehatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern. Tren ini dipengaruhi oleh kesadaran akan kesehatan, pengaruh media sosial, hingga keinginan menunjukkan prestasi individu. Hal ini diungkapkan oleh Leni Apriani, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Jasmani Universitas Islam Riau (UIR).
Olahraga sebagai Bagian Gaya Hidup menurutnya tidak lagi sekadar kegiatan untuk meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga telah berkembang menjadi elemen penting dalam kehidupan sosial dan gaya hidup generasi muda. “Kesadaran akan kesehatan fisik dan mental menjadi salah satu pendorong utama, di samping pengaruh media sosial yang menjadikan olahraga sebagai tren positif,” ungkapnya.
Selain itu, olahraga juga memberikan tantangan dan kesempatan bagi individu untuk meraih prestasi, sehingga menarik minat generasi muda untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis kegiatan fisik. Mereka tidak hanya ingin sehat, tetapi juga ingin membangun citra diri yang positif di mata masyarakat.
Leni juga menyoroti pentingnya olahraga sebagai sarana mengisi waktu luang secara produktif. Beberapa manfaat utama yang ditawarkan olahraga meliputi peningkatan kesehatan fisik dan mental, pengembangan keterampilan sosial, hingga penciptaan nilai-nilai positif seperti disiplin dan kerja keras.
“Olahraga bisa menjauhkan generasi muda dari perilaku negatif dan membantu mereka mengembangkan karakter serta kreativitas,” jelasnya.
Namun generasi milenial dan Gen Z juga menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan keinginan untuk berolahraga dengan gaya hidup mereka. “Keterbatasan waktu, cenderung beberapa olahraga menghabiskan dana yang besar, hingga kurangnya akses ke fasilitas olahraga menjadi kendala yang sering dihadapi,” kata Leni.
Selain itu, tekanan sosial untuk mengikuti tren olahraga tertentu sering kali membuat mereka merasa terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Bagi generasi muda dengan jadwal yang padat, Leni merekomendasikan jenis olahraga yang fleksibel dan efisien.
“High-Intensity Interval Training (HIIT), yoga, atau latihan ringan di rumah bisa menjadi pilihan yang tepat. Olahraga berbasis komunitas juga menarik karena memberikan dukungan sosial yang kuat,” sarannya.
Terakhir Leni menutup dengan memberikan beberapa langkah praktis untuk memilih olahraga yang sesuai dengan kebutuhan dan minat. Pilih olahraga yang benar-benar dnikmati, mulai dari intensitas rendah, dan fokus pada konsistensi. Jangan hanya mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kenyamanan pribadi. Dengan pendekatan ini, olahraga bisa menjadi bagian dari rutinitas yang berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal.(kh/hms)
Sumber Gambar : Bola.net.co.id


