Dalam rangka memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kapasitas pengelolaan penerbitan buku di lingkungan Perguruan Tinggi (PT), Universitas Islam Riau (UIR) Press menerima kunjungan studi banding Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) Press Pelalawan. Pertemuan berlangsung hangat di Kantor UIR Press, Gedung Perpustakaan H. Soeman HS.
Kunjungan studi banding ITP2I Press ke UIR Press bertujuan untuk memahami manajemen penerbitan di tingkat Universitas. Sebagai unit yang baru berdiri dan belum memiliki publikasi, ITP2I Press ingin belajar langsung tentang alur kerja penerbitan, mulai dari manajemen naskah dan penyuntingan hingga desain dan produksi. Melalui kunjungan ini, ITP2I Press berharap dapat membangun fondasi kelembagaan yang kuat dan menetapkan sistem kerja profesional serta standar operasional sejak awal.
Dalam kunjungan studi banding tersebut, delegasi ITP2I Press dipimpin oleh Winda Herman, S.P., M.T. selaku Kepala bersama Hesti Yulianti, S.T.P., M.Si sebagai Sekretaris, dan Cecilya Silalahi, S.P., M.Sc sebagai Bendahara. Rombongan turut didampingi oleh tim produksi dan staf teknis Tengku Indira Larasati, Pegi Haryanto, Gatra Tuhu Wijaya, dan Ronal Castro.
Kunjungan ini disambut oleh Ketua UIR Press Dr. Dafrizal, M.Soc.Sc, Sekretaris UIR Press Panji Rachmat Setiawan, S.Kom., M.M.S.I, dan staf Nofri Samprima, S.IP. Ketua UIR Press, Dr. Dafrizal, M.Soc.Sc, menyampaikan apresiasi atas kunjungan studi banding ITP2I Press yang baru dibentuk. Ia menilai langkah tersebut sebagai komitmen awal yang baik dalam membangun lembaga penerbitan yang profesional.
“Kami menyambut dengan hangat kehadiran rekan-rekan ITP2I Press. Upaya mereka untuk memahami alur kerja dan tata kelola penerbitan merupakan langkah visioner bagi institusi yang baru berdiri,” ujar Dafrizal.
Ia menegaskan bahwa penguatan lembaga penerbitan bersinergi terhadap kebijakan Kemdiktisaintek tentang Kampus Berdampak, serta sejalan dengan visi UIR untuk menjadi universitas Islam berkelas dunia berdasarkan iman dan takwa yang dapat melahirkan karya akademik dari para akademisi UIR yang memiliki dampak bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Dafrizal berharap pertemuan tersebut menjadi awal sinergi yang lebih luas. “Kami siap berkolaborasi dan saling mendukung dalam penguatan penerbitan akademik,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala ITP2I Press, Winda Herman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk mempersiapkan operasionalisasi penerbitan perdana ITP2I Press. “Dari studi banding ini kami mendapat gambaran yang komprehensif tentang bagaimana mendirikan dan mengelola lembaga penerbit di tingkat perguruan tinggi. Semoga ITP2I Press dapat segera dijalankan dan menghasilkan penerbitan perdana,” ujar Winda.
Pertemuan ini menghasilkan beberapa catatan penting terkait rencana tindak lanjut, termasuk potensi kerja sama penerbitan dan penguatan sistem manajemen editorial antara kedua lembaga. Dengan terlaksananya studi banding ini, diharapkan ITP2I Press Pelalawan semakin siap menjalankan perannya sebagai lembaga penerbit profesional yang mampu mendukung perkembangan literasi akademik dan publikasi ilmiah di Perguruan Tinggi. (hms/smh)


