Lahan gambut merupakan salah satu jenis lahan yang banyak terdapat di Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia didominasi oleh pulau-pulau besar dengan area dataran rendah dan rawa pesisir yang luas, kondisi topografi yang datar ini mempermudah terbentuknya kubah gambut (peat dome) yang luas. Riau memiliki sekitar 3,5-5,3 juta hekatre lahan gambut yang menjadikannya sebagai provinsi pemilik ekosistem gambut terluas di pulau Sumatera sekaligus yang terbesar di Indonesia.
Keberadaan tanah gambut di dunia juga memegang peranan penting bagi kestabilan iklim karena kemampuannya dalam menyerap karbon sekaligus air. Walau secara struktur bahan penyusun yang rawan terbakar dikarenakan terdiri dari ranting, kayu dan lumut, pohon, hingga jasad hewan yang telah mengendap ribuan tahun, tetapi lahan gambut ternyata memiliki peranan cukup penting bagi ekosistem sekitar.
Dosen Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Islam Riau (UIR) Dr. T. Edy Sabli, M.Si., dari program studi (prodi) Agroteknologi mengatakan gambut sebenarnya mempunyai fungsi ekologis yang sangat besar bagi sekitarnya.
“Gambut mampu menyimpan air dalam jumlah besar. Dalam analoginya, satu kilogram gambut bila di ambil maka dapat menyimpan sekitar 14 liter air, berarti gambut dapat menjadi spons alami penyimpan air,” ungkap Edy Sabli saat diwawancara Tim Humas pada Jumat (11/09/2026).
Lahan Gambut Riau Memiliki Fungsi Ekologis Penting
Dikutip dari laman pantaugambut.or.id, meskipun lahan gambut miskin hara dan tidak mudah untuk dikelola, nyatanya jenis lahan basah ini berperan sangat penting dalam sistem hidrologi suatu kawasan. Gambut kerap kali disebut juga sebagai tandon air karena sifatnya yang mampu menyimpan air dalam jumlah besar.
“Gambut juga dapat menampung air saat musim hujan sehingga membantu mengurangi banjir, kemudia melepaskan kembali air yang di simpan tadi ke lingkungan sekitar saat musim kemarau,” ujarnya.
Menjaga Gambut sebagai Solusi Berbasis Alam
Sebagai reservoir alami, lahan gambut membantu mengatur aliran air, mencegah banjir, dan menjaga kualitas air untuk area sekitarnya. Lahan gambut juga memberikan tempat perlindungan bagi spesies langka dan terancam punah, dengan menyediakan habitat yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di bumi.
Lebih lanjut, lahan gambut yang basah alami memiliki potensi untuk menyediakan Solusi Berbasis Alam atau Nature-Based Solution yang dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Terbukti dapat menurunkan suhu di area sekitarnya, memberikan perlindungan dari panas ekstrem, dan bahkan meningkatkan kualitas udara. Seiring dengan meningkatnya suhu global, menjaga lahan gambut sebagai penyerap karbon juga semakin penting.(kh/hms)
Sumber gambar : forestnews.or.id
Lihat berita seputar UIR lainnya pada link ini : https://uir.ac.id/berita-kampus/


