Unggul dalam Debat Hukum dan HAM, Mahasiswa FH UIR Raih Juara 1 di Jakarta

Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) yang membentuk satu tim sukses meraih juara 1 pada Kompetisi Debat Mahasiswa Intelektual Arena yang menggunakan format Asian Parliamentary. Kegiatan diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Sahid (USAHID), Jakarta Selatan.

Mahasiswa tersebut yaitu Hidayatul Jannah Angkatan 2023, Yosefa Lasmaida Br.Simanjuntak Angkatan 2025 dan Denni Prasetiyo Gunawan Angkatan 2024. Kompetisi Debat Mahasiswa Intelektual Arena tersebut mengangkat isu seputar Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Keadilan Sosial.

Kepada tim Humas mahasiswa Yosefa Lasmaida Br.Simanjuntak menyampaikan, kegiatan debat menyisihkan dua babak diantaranya babak penyisihan yang dilaksanakan secara online melalui sistem breakout room sertad babak semi final dan final yang dilaksanakan secara offline di Universitas Sahid Jakarta.

“Kami berhasil meraih juara usai mengikuti mekanisme yang diarahkan oleh dewan juri. Lomba ini menggunakan sistem Asian Parlementer dengan sistem gugur atau knockout berdasarkan akumulasi poin penilaian juri. Setiap tim terdiri dari 3 pembicara dan 1 pendamping yang berasal dari Perguruan Tinggi dan fakultas yang sama, dimana pada babak penyisihan menyaring 4 tim dengan nilai tertinggi untuk melaju ke babak berikutnya. Pada babak semi final menyisakan 2 tim terbaik untuk melaju ke babak final dan 2 tim yang dengan nilai terendah”, Cerita Yosefa.

Sedangkan pada babak final offline dilakukan untuk menentukan Juara 1 dan Juara 2 serta menentukan Juara 3 dan Harapan 1 dengan durasi bicara selama 30 menit. Setiap pembicara diberi waktu 7 menit 20 detik, closing statement disampaikan oleh pembicara 1 atau pembicara 2 dengan durasi 4 menit 20 detik dan point of information dengan durasi maksimal 15 detik.

“Kunci kemenangan kami di kompetisi Debat Asian Parliamentary terletak pada pemetaan masalah yang jelas dan pembuktian dampak yang nyata. Karena temanya tentang Hukum, HAM dan keadilan sosial, kami tidak cuma bicara soal pasal atau teori hukum, tapi benar-benar menjelaskan bagaimana kebijakan tersebut berdampak langsung pada masyarakat kecil dan kelompok rentan. Kami bagi tugas dengan rapi, pembicara pertama mengunci arah perdebatan, pembicara kedua mematahkan logika lawan, dan pembicara ketiga merangkum semua benturan argumen untuk membuktikan kenapa posisi tim kami yang paling masuk akal”, ungkap Yosefa.

Keberhasilan meraih Juara 1 tersebut tidak terlepas dari kerja sama tim, latihan intensif, serta riset yang matang sebelum bertanding. Saat perlombaan berlangsung, tim juga memanfaatkan poin interupsi secara strategis untuk mengganggu konsentrasi lawan pada momen krusial. Selain itu, penyampaian argumen dilakukan secara jelas, menarik, dan tenang agar mudah dipahami oleh dewan juri. Kombinasi persiapan yang matang, kekompakan tim, dan kemampuan menyampaikan argumen menjadi faktor penting yang mengantarkan mereka meraih Juara 1.

Melalui mekanisme ini mahasiswa Fakultas Hukum UIR membuktikan bahwa ia mampu bersaing bersama 16 tim dari Perguruan Tinggi lainnya. Capaian ini tidak luput berkat arahan dari dosen pendamping yakni Assoc. Prof. Dr. Zulkarnaini Umar, S.H., S.Ag., M.I.S yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Hukum UIR. (hms/smh)

Baca informasi seputar kampus lainnya pada laman http://uir.ac.id

Serta kunjungi website Penerimaan Mahasiswa Baru UIR http://pmb.uir.ac.id

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content