Di balik ruang sidang simulasi dan forum-forum akademik bergengsi, tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) tampil bukan sekadar sebagai peserta debat, tetapi sebagai representasi intelektualitas kampus yang berintegritas. Nando Tri Nugroho, Hidayatul Jannah, dan Donna Margaretha adalah trio debat yang sejak 2023 aktif mengharumkan nama Fakultas Hukum UIR di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Dalam setiap kompetisi mereka bukan berdiri sebagai individu melainkan sebagai satu kesatuan tim yang solid. Nando membuka perdebatan dengan membangun kerangka argumentasi dan arah besar posisi tim. Hidayatul Jannah memperdalam analisis dengan ketajaman logika hukum dan elaborasi dampak normatif maupun empiris. Sementara Donna menutup dengan rebuttal strategis, merangkum keseluruhan perdebatan dan menegaskan posisi tim secara komparatif dan konstitusional. Pembagian peran yang sistematis ini diperkuat oleh komunikasi terbuka dan chemistry yang terbangun melalui proses panjang latihan, diskusi, dan evaluasi tanpa henti.
Bernaung di bawah UKM Forum Debat dan Karya Tulis Ilmiah Fakultas Hukum UIR, perjalanan mereka dipenuhi capaian membanggakan. Mulai dari Juara 1 LP2DH Competition Universitas Lambung Mangkurat, Juara 2 Law Debate Competition Universitas Riau, hingga Juara 1 Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat regional. Tak hanya itu, mereka juga menorehkan prestasi dalam karya tulis ilmiah tingkat internasional melalui Creatink Fest yang diselenggarakan International Youth Connection. Bagi mereka, setiap kemenangan bukan sekadar trofi, melainkan hasil dari konsistensi latihan, diskusi hingga larut malam, dan keberanian belajar dari kekalahan.
Namun, bagi trio ini debat bukan sekadar ajang kompetisi berbicara. Debat adalah “laboratorium berpikir.” Di sanalah mereka belajar menyusun logika secara sistematis, membaca persoalan hukum dari berbagai sudut pandang, serta menguji konsistensi antara das sollen dan das sein dalam realitas sosial. Mereka meyakini bahwa memenangkan argumen bukan berarti menjatuhkan lawan, tetapi menghadirkan argumentasi yang paling rasional, paling relevan, dan paling solutif.
Di tengah kesibukan akademik, mereka menerapkan disiplin dan manajemen waktu yang ketat. Akademik tetap menjadi fondasi utama, sementara latihan debat dijalankan secara terstruktur setiap pekan—mulai dari riset mosi, simulasi debat, hingga evaluasi performa. Alih-alih menghambat studi, debat justru menjadi katalisator yang membentuk pola pikir kritis, sistematis, dan adaptif. Kontribusi mereka pun meluas, dengan berbagi pengalaman dan metode latihan kepada mahasiswa lain, sehingga budaya diskusi di lingkungan Fakultas Hukum UIR semakin hidup.
Bagi Nando, Hidayatul Jannah, dan Donna, menjadi bagian dari Gen-Unggul UIR bukan hanya tentang prestasi. Gen-Unggul adalah komitmen untuk unggul dalam berpikir, berkarakter dalam bersikap, dan berdampak dalam kontribusi. Keunggulan intelektual harus berjalan seiring dengan integritas moral dan tanggung jawab membawa marwah institusi.
Mereka membuktikan bahwa mahasiswa UIR bukan hanya mampu bersaing di forum nasional dan internasional, tetapi juga tumbuh sebagai calon praktisi hukum yang rasional, etis, dan berorientasi pada keadilan.(kh/hms)
Lihat info Gen Unggul lainnya disini
Ikuti instagram uir @uir_unggul


