Sempena Milad ke-63 tahun, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar Melayu Culture Festival mengusung tema “Menghidupkan Nilai Islam melalui Ilmu dan Budaya Melayu”. Seremoni pembukaan acara berlangsung pada Senin, (11/01/2026) di Aula lantai II FAI UIR.
Pembukaan acara dihadiri oleh Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H.,M.H, Dekan FAI UIR Prof. Dr. Hamzah, M.Ag bersama Wakil Dekan, Kaprodi, Dosen ataupun Civitas Akademika.
Ketua Pelaksana Festival Melayu Culture Dr. Amirudin, S.Pd.I.,M.Pd mengatakan, kegiatan diikuti oleh 140 peserta dari 25 sekolah SMA/SMK/MA se Provinsi Riau. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, serta pemahaman nilai islam dengan budaya melayu.
“Terdapat 6 perlombaan bernuansa islam dan melayu yang turut memeriahkan acara diantaranya lomba Syair Melayu, Lagu Melayu, Kaligrafi, Fashion Show, serta Musqbaqah Qiraatul Kutub”, Dr. Amirudin, S.Pd.I.,M.Pd.
Dekan FAI UIR Prof. Dr. Hamzah, M.Ag menyampaikan bahwa Melayu Culture Festival merupakan wujud komitmen FAI UIR dalam melestarikan budaya Melayu yang sarat dengan nilai-nilai keislaman serta menjadikannya sebagai bagian dari penguatan karakter akademik dan spiritual sivitas akademika.
“Budaya Melayu dan Islam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Melalui kegiatan ini, kita berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai Islam melalui ilmu pengetahuan dan budaya Melayu yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Prof. Hamzah.
Apresiasi datang dari Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, SH., MH atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa FAI UIR memiliki peran strategis dalam menjaga identitas keislaman dan kemelayuan sebagai ciri khas Universitas Islam Riau.
Kegiatan Melayu Culture Festival diharapkan bisa menjadi agenda rutin Fakultas dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai Islam dan budaya Melayu. Milad ke-63 FAI UIR ini menjadi momentum penting untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam yang berlandaskan budaya lokal dan kearifan Melayu. (hms/smh)



