Budidaya perikanan menghadapi tantangan serius dari berbagai penyakit yang disebabkan bakteri patogen. Penggunaan antibiotik sintetis yang selama ini menjadi salah satu cara pengendalian penyakit juga menimbulkan persoalan berupa resistensi antimikroba dan potensi residu pada jaringan ikan. Kondisi tersebut mendorong peneliti Universitas Islam Riau (UIR) mengkaji potensi bahan alami sebagai alternatif pengendalian bakteri pada sektor budidaya perikanan.
Penelitian yang dilakukan Dosen Akuakultur dan Agroteknologi Fakultas Pertanian (FAPERTA) UIR yaitu Assoc. Prof. Dr. Jarod Setiaji, S.Pi., Heriyanto, S.P., M.Si., Valentio Febrian Prakoso, Hisra Melati, S.Pi., M.Si., Fahmi Huseini, Insanul Fadli, dan Assoc. Prof. Dr. Saproni, B.A., M.Ed., berjudul The activity of Dillenia suffruticosa leaf extract against pathogenic bacteria in fish menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun Dillenia suffruticosa atau yang dikenal sebagai simpur air.
Penelitian ini secara khusus menguji kemampuan ekstrak tersebut dalam menghambat lima bakteri patogen ikan, yakni Aeromonas salmonicida, Vibrio alginolyticus, Pseudomonas aeruginosa, Edwardsiella ictaluri, dan Edwardsiella tarda. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2025 menggunakan ekstrak daun dengan konsentrasi 100 hingga 500 mg/mL.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun simpur air memiliki aktivitas antibakteri terhadap seluruh bakteri yang diuji. Pada konsentrasi 500 mg/mL, zona hambat yang terbentuk mencapai 14,90 mm terhadap A. salmonicida, 14,50 mm terhadap V. alginolyticus, 13,80 mm terhadap P. aeruginosa, 14,50 mm terhadap E. ictaluri, dan 14,40 mm terhadap E. tarda. Peneliti juga menemukan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak diikuti oleh peningkatan diameter zona hambat, dengan A. salmonicida menjadi bakteri yang menunjukkan respons paling sensitif terhadap ekstrak.
Melalui uji fitokimia, ekstrak daun D. suffruticosa diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki mekanisme antibakteri yang beragam, antara lain mengganggu integritas membran sel, meningkatkan permeabilitas sel, menghambat aktivitas enzim, serta mengganggu berbagai proses metabolisme bakteri. Temuan ini memperkuat potensi simpur air sebagai sumber bahan alami untuk pengembangan agen antibakteri dalam bidang akuakultur.
Lebih lanjut, penelitian yang diterbitkan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science tersebut menyimpulkan bahwa ekstrak daun Dillenia suffruticosa berpotensi dikembangkan sebagai alternatif antibakteri berbasis bahan alam untuk pengendalian penyakit pada ikan. Meski demikian, peneliti menilai efek maksimum belum tercapai pada konsentrasi yang digunakan sehingga penelitian lanjutan dengan konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi masih diperlukan. Temuan ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan tanaman lokal sebagai bagian dari upaya pengembangan pengendalian penyakit budidaya perikanan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.(kh/hms)
Penulis : Assoc. Prof. Dr. Jarod Setiaji, S.Pi., M.Sc., Heriyanto, S.P., M.Si., Valentio Febrian Prakoso, Hisra Melati, S.Pi., M.Si., Fahmi Huseini, Insanul Fadli, dan Assoc. Prof. Dr. Saproni, B.A., M.Ed.
Sumber Artikel :
https://www.researchgate.net/publication/400356928_The_activity_of_Dillenia_suffruticosa_leaf_extract_against_pathogenic_bacteria_in_fish
Sumber Gambar : www.socfindoconservation.co.id


