Seminar Bulanan Prodi Kriminologi Fakultas FISIPOL UIR

Seminar merupakan sebuah bentuk pengajaran akademis, baik di sebuah Universitas maupun ditaja oleh suatu Organisasi. Tentunya seminar memberikan dialog aktif dalam penambahan wawasan bagi peserta yang hadir. Senin, 05 November 2018 Program Studi Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik UIR sukses melaksanakan Kegiatan Seminar bulanan yang bertempat di Aula Fisipol UIR.

Seminar yang di hadiri 100 orang peserta ini mengangkat tema “ Peranan Daktiloskopi Dalam Pengungkapan Tindak Kejahatan”. Pengertian dari Daktiloskopi itu sendiri ialah ilmu yang berasal dari bahasa yunani yakni kata “Daktylos” artinya jari dan kata “Skopein” yang artinya meneliti atau mengamati. Daktiloskopi secara kesimpulan adalah ilmu yang khusus meneliti, mempelajari, menganalisa sidik jari manusia guna mendapatkan kepastian persamaan identitas seseorang.

Kemudian acara yang dimulai pada pukul 09:00 WIB dengan pembukaan yang di hadiri langsung oleh Ka. Prodi Kriminologi Bapak Askarial, SH., MH. Dalam sambutan nya, iya mengatakan “ Melalui Seminar ini diharapkan para Mahasiswa dapat memahami seperti apa peran daktiloskopi ini saat pengungkapan kasus kejahatan yang sering terjadi dimasyarakat, serta diharapkan pada momen ini mahasiswa bisa berdialog dengan para pemateri yang tentunya mempuni di bidang nya”.

Dalam seminar kali ini di pimpin langsung oleh moderator yang sekaligus dosen kriminologi yakni ibuk fitria, M. Soc. Sc. Pemateri seminar bulanan disampaikan oleh Dr. Kasmanto Rinaldi, SH., M.Si ( Kriminolog Riau ) sekaligus menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Fisipol, Serta pemateri undangan yaitu Drs. Khayatun, M.Si selaku Ka. Div. Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Riau.

Merekasaling memaparkan dalam sudut pandang dan keilmuan yang mereka miliki. Dalam pemaparan bapak kasmanto rinaldi, beliau mengatakan bahwa tidak ada satupun sidik jari manusia di dunia ini yang sama, bahkan manusia kembar pun tetap memliki sidik jari yang berbeda. Ini merupakan pemberian tuhan yang sangat sangat luar biasa.

Terlebih peranan daktiloskopi ini sangat membatu aparat dalam menyelidiki dan mengembangkan alat bukti saat penyelesaian kasus yang terjadi. Selanjutnya bapak khayatun selaku pemateri kedua menjelaskan dasar hukum atau ladasan daktiloskopi di Indonesia. Tidak hanya sidik jari saja,namun sejauh ini banyak hal yang bisa membantu pengembangan suatu kasus seperti DNA yang terdapat pada manusia.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content