Fieldtrip Geowisata Teknik Geologi UIR Dan Asproditegi Ke XIII Koto Kab. Kampar, Riau

Sabtu (3 November 2018), Program Studi Teknik Geologi UIR menjadi pionir untuk pengembangan geowisata di XIII Koto Kampar, Riau. Teknik geologi UIR mengundang ahli geologi dari berbagai kampus di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Program Studi Teknik Geologi Indonesia (ASPRODITEGI). Ada 18 universitas se Indonesia yang terlibat dalam fietrip ini diantaranya adalah ITB, UI, Trisakti, UGM, UNHAS, UHO, Universitas Mulawarman dan banyak lainnya. Fieltrip yang di inisiasi oleh Teknik Geologi UIR ini bertujuan untuk memperkenalkan geowisata yang ada di Riau sekaligus meminta para ahli geologi se Indonesia untuk melihat potensi dari XIII Koto Kampar untuk dijadikan Geopark. Yuniarti yuskar sebagai ketua Teknik Geologi UIR dan tim telah melakukan penelitian terkait potensi geowisata di XIII Koto Kampar. Terdapat sekitar 13 titik wisata yang sudah ditemui dan masih banyak lagi yang belum ditelusuri. “Riau yang sangat haus akan wisata ternaya mempunyai lokasi yang tidak kalah menarik dan unik dengan daerah wisata lainnya yang ada di Indonesia, salah satu tempat yang paling terkenal adalah Ulu Kasok yang dijuluki sebagai Raja Ampat Riau” Ujar Yuniarti Yuskar.

Kepuasan hati peserta fieldtrip geowisata di XIII Koto Kampar dapat sangat jelas tergambar di wajah para peserta. Tidak hanya indah dimata, para ahli geologi juga sedikit membahas tentang geologi dan proses pembentukan bentang alam di tempat ini. Secara proses geologi, daerah XIII Koto Kampar merupakan daerah yang dipengaruhi proses kenaikan dan penurunan air yang menyebabkan terbentuk pulau-pulau di tengah-tengah danau di XIII Koto Kampar. Hal ini berbeda jauh dengan pulau-pulau yang terbentuk di Raja Ampat yang merupakan batuan gamping. Selain dari proses yang sangat unik, keindahan alam XIII koto Kampar menjadi daya Tarik tersendiri. Akan tetapi beberapa permasalah bagi pengembangan geowisata ini adalah akses dan pengelolaan yang masih dikelola oleh warga setempat.

Ketau Program Studi Teknik Geologi FTM AKPRIND Yogyakarta Sri Mulyaningsih menyatakan daerah XIII Koto Kampar sangat berpotensi untuk dijadikan Geowisata bahkan bisa dijadikan Geopark jika dikelola dengan baik meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terutama di sektor akses dan keamaanan. “Perlu adanya kerjasama antara berbagai sektor khususnya dengan pemerintah khususnya pemerintah provinsi Riau untuk mengembangkan daerah ini dijadikan geowisata hingga geowisata, bisa kita mulai dengan Teknik Geologi UIR sebagai geologist tempatan yang meneliti dibidang geologinya didukung oleh Pemprov dan warga sekitar untuk sama-sama mengambangkan tempat wisata ini.” Ujar dosen AKPRIND yang biasa disapa ibu Sri.

Dengan masukan dari para anggota ASPRODITEGI, daerah XIII Koto Kampar akan menjadi tempat yang sangat menarik untuk dijadikan daerah geowisata bahkan geopark. Teknik Geologi UIR siap untuk berkontribusi dan bekerjasama dengan Pemkan Kampar dan Pemprov Riau untuk sama-sama memajukan wisata alam yang ada di Riau khususnya di XIII Koto Kampar.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content