Dampak Resesi Ekonomi Global Tahun 2023 Pada Dunia Pendidikan

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengumumkan adanya resesi pada ekonomi global khususnya Indonesia pada tahun 2023. Dikutip dari media online cnbnindonesai.com pada Selasa, (10/01/2023) hal tersebut disampaikan oleh Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2023 di Jakarta, Rabu, (30/11/2022).

Resesi merupakan penurunan pendapatan pada sistem ekonomi di Indonesia. Dilansir dari detik.com yang menjadi penyebab resesi ekonomi di Indonesia yaitu adanya guncangan ekonomi yang mendadak saat pandemi covid-19. Selain itu juga terjadi inflasi yang tidak terkendali di Indonesia, inflasi tersebut berupa kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Dikutip dari kanal youtube UIR News pada Selasa, (10/01/2023) Prof. Dr. H. Detri Karya, M.A menjelaskan bahwa resesi sudah lama dirasakan di Indonesia. Hal tersebut dilihat dari berkurangnya daya beli pada suatu produk karena adanya kenaikan harga, sehingga produksi ikut menurun karena kurangnya permintaan. Ketika produksi menurun maka terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berdampak pada kemiskinan, tahun 2022 tercatat sebesar 30% kemiskinan drastis di Indonesia akibat resesi global.

Permasalahan lain yang dihadapi oleh di Indonesia yaitu bisa menjadi produsen akan tetapi Sumber Daya Alam (SDA) tersebut tidak bisa disandingkan dengan produk internasional karena kualitasnya yang kurang. Indonesia belum memiliki management ekspor yang baik, hal ini terjadi karena kurangnya pendidikan vokasi, skill, dan kemampuan mengatur pekerjaan.

Adanya resesi pada ekonomi global tersebut berdampak dalam berbagai hal tidak terkecuali sistem pendidikan di Indonesia. Beberapa dampak yang terjadi yaitu kurangnya pendanaan untuk alokasi beasiswa seperti beasiswa mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, penundaan pembangunan dan perbaikan infrastruktur sekolah dan kampus, hingga pada gaji dan tunjangan bagi tenaga kependidikan.

Di era globalisasi pendidikan menjadi penting untuk perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, namun dengan adanya resesi ekonomi global secra signifikan tentu akan berdampak pada melambatnya perbaikan sistem pendidikan. Untuk itu ini menjadi tugas dari pemerintah pusat dan daerah dalam menanggulangi resesi ekonomi yang akan terjadi. (hms/smh)PEKANBARU – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengumumkan adanya resesi pada ekonomi global khususnya Indonesia pada tahun 2023. Dikutip dari media online cnbnindonesai.com pada Selasa, (10/01/2023) hal tersebut disampaikan oleh Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2023 di Jakarta, Rabu, (30/11/2022).
Resesi merupakan penurunan pendapatan pada sistem ekonomi di Indonesia. Dilansir dari detik.com yang menjadi penyebab resesi ekonomi di Indonesia yaitu adanya guncangan ekonomi yang mendadak saat pandemi covid-19. Selain itu juga terjadi inflasi yang tidak terkendali di Indonesia, inflasi tersebut berupa kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Dikutip dari kanal youtube UIR News pada Selasa, (10/01/2023) Prof. Dr. H. Detri Karya, M.A menjelaskan bahwa resesi sudah lama dirasakan di Indonesia. Hal tersebut dilihat dari berkurangnya daya beli pada suatu produk karena adanya kenaikan harga, sehingga produksi ikut menurun karena kurangnya permintaan. Ketika produksi menurun maka terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berdampak pada kemiskinan, tahun 2022 tercatat sebesar 30% kemiskinan drastis di Indonesia akibat resesi global.
Permasalahan lain yang dihadapi oleh di Indonesia yaitu bisa menjadi produsen akan tetapi Sumber Daya Alam (SDA) tersebut tidak bisa disandingkan dengan produk internasional karena kualitasnya yang kurang. Indonesia belum memiliki management ekspor yang baik, hal ini terjadi karena kurangnya pendidikan vokasi, skill, dan kemampuan mengatur pekerjaan.
Adanya resesi pada ekonomi global tersebut berdampak dalam berbagai hal tidak terkecuali sistem pendidikan di Indonesia. Beberapa dampak yang terjadi yaitu kurangnya pendanaan untuk alokasi beasiswa seperti beasiswa mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, penundaan pembangunan dan perbaikan infrastruktur sekolah dan kampus, hingga pada gaji dan tunjangan bagi tenaga kependidikan.
Di era globalisasi pendidikan menjadi penting untuk perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, namun dengan adanya resesi ekonomi global secra signifikan tentu akan berdampak pada melambatnya perbaikan sistem pendidikan. Untuk itu ini menjadi tugas dari pemerintah pusat dan daerah dalam menanggulangi resesi ekonomi yang akan terjadi. (hms/smh)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content