Dua Mahasiswa FEB UIR Ubah Gedebog Pisang Jadi Cemilan Enak dan Bernilai Ekonomi

Berawal dari kebingungan melihat gedebog atau pohon pisang yang terbengkalai setelah ditebang karena tidak menghasilkan buah lagi maka Aldi Wiranata bersama temannya Siti Solehah yang merupakan mahasiswa FEB UIR berfikir dan berusaha untuk memanfaatkan limbah tani yang sebelumnya terbengkalai dan hanya akan menjadi sampah saja menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual serta potensi ekonomi, dengan menjadikan limbah gedebog pisang tersebut menjadi penganan keripik gurih dan renyah yang diberi nama Geboki. 

Ide bisnis Kedua mahasiswa semester 7 dari Program studi Manajemen yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Gilang Nugroho, S.E., M.M., disebut juga lolos dalam tahapan seleksi proposal pada ajang Entrepreneurship Award VI 2022 yang diselenggarakan oleh DIKTI Wilayah X bersama dengan tiga bisnis mahasiswa lainnya yang mewakili UIR.

Aldi Wiranata yang merupakan Ketua Tim dari Bisnis Geboki mengatakan bahwa produk yang diproduksi memiliki ciri khas tertentu dan menggunakan bahan yang belum awam untuk digunakan tetapi tentunya sangat aman untuk dikonsumsi. 

“Tekstur dari Geboki ini renyah dan gurih sehingga memiliki ciri khas tersendiri, produk ini juga memiliki daya tahan yang cukup lama sehingga dapat dipasarkan dengan luas dan bisa menjadi salah satu produk oleh-oleh daerah” ujar Aldi 

Untuk semakin memperluas pemasaran dan langkah mengenalkan produk yang dibuatnya, Aldi mengatakan kerap mengikuti berbagai kegiatan maupun pengabdian kepada masyarakat, salah satu kegiatan yang baru – baru ini adalah dengan mengikutsertakan Geboki ke ajang Entrepreneurship Award VI 2022 yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah X 

“Kami sedang mengikuti ajang Entrepreneurship Award VI oleh LLDIKTI X pada kategori proposal business plan dan menjadi telah lulus untuk finalis tingkat nasional, Selain itu, kami juga pernah membawa Geboki ini ke Desa Renak Dungun Kep. Meranti yang mana desa tersebut merupakan desa berpenghasilan rendah di kabupaten itu” ungkapnya

Sehingga harapan dari menjalankan program pengabdian masyarakat di desa itu dapat mengajarkan kepada masyarakat desa tersebut bahwa gedebog pisang tidak lagi hanya menjadi limbah tani dan barangkali akan di buang saja, melainkan dapat diolah menjadi penganan yang enak dan memiliki nilai ekonomis yang bisa menjadi cemilan khas daerah. 

Lebih lanjut, dibalik ide bisnis yang mendapatkan respon yang positif dari berbagai pihak, Aldi mengaku juga kerap menghadapi beberapa kendala, salah satunya adalah pasokan gedebog pisang yang segar dan berkualitas.  

“Kendala yang kami hadapi yaitu belum bertemunya kami dengan pemasok gedebog pisang, semoga dengan semakin berjalannya waktu kami yakin akan bertemu dengan pemasok gedebog pisang yang pas karena banyaknya pohon pisang yang ada di Riau”

Selanjutnya, Aldi dan timnya juga memikirkan konsep pemasaran dengan merencanakan dan membuat proyeksi pemasaran produk selama lima tahun kedepan dan berharap ide bisnis yang dibuatnya tersebut dapat menjadi oleh – oleh khas daerah yang tersedia di semua gerai oleh – oleh di Riau serta mampu menaikkan perekonomian daerah.(kh/dh/hms)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content