Melalui unit UIR Press, Universitas Islam Riau (UIR) menggelar kegiatan pendampingan akreditasi jurnal periode II tahun 2025 sebagai upaya peningkatan akreditasi. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 20 April 2025 di Ruang Sidang Lantai II Gedung Rektorat.
UIR Press menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Muhammad Badri, S.P., M.Si selaku narasumber dan juga Assessor Nasional Akreditasi Jurnal. Giat pendampingan diikuti oleh Dosen selaku pengelola jurnal di Program Studi (Prodi) ataupun Fakultas selingkungan UIR.
Kepala UIR Press Dr. Dafrizal, M.Soc.,MC dalam sambutannya menyebut, kegitan ini merujuk pada surat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Teknologi Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan anggal 9 April 2025 tentang penerimaan usulan akreditasi jumal ilmiah periode II tahun 2025.
“Dengan sigap kita langsung menindaklanjuti surat tersebut dengan mengadakan kegiatan pendampingan pada hari ini. Sebelumnya pada Juli 2024 juga telah dilakukan workshop tentang tata kelola, substansi, dan keberkalaan terbit. Saat itu Jurnal selingkungan UIR berjumlah 72 Jurnal, hanya belasan yang sudah terakreditasi Sinta”, terang Dafrizal.
Usai pelaksanaan workshop tersebut, saat ini terdapat 29 Jurnal dari berbagai disiplin bidang Ilmu selingkungan UIR yang sudah layak untuk diajukan pengusulan akreditasi seperti, JGEET (Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology) Sinta 2.
“Giat pendampingan ini adalah strategi untuk mempersiapkan jurnal menghadapi proses akreditasi nasional (SINTA) dan memanfaatkan momentum penting untuk mengusulkan akreditasi baru bagi jurnal yang belum pernah terakreditasi, serta perpanjangan bagi jurnal yang akreditasinya telah atau akan habis”, tambah Dafrizal.
Sejalan dengan itu Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Sumberdaya UIR Assoc. Prof. Dr. Fridaus, S.E, M.Si., AK.,CA.,QRMP menuturtkan peran jurnal dalam akademik dan reputasi Perguruan Tinggi.
“Jurnal ilmiah merupakan indikator kualitas akademik sebuah institusi dan dapat memberi kontribusi penting terhadap penilaian kinerja dosen, pengusulan jabatan akademik, dan rekognisi institusi di tingkat nasional/internasional”, terang Assoc. Prof. Dr. Fridaus, S.E, M.Si., AK.,CA.,QRMP.
Pimpinan UIR berharap agar pengelola jurnal mengikuti kegiatan dengan aktif berdiskusi dan ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam pengelolaan jurnal masing-masing Prodi ataupun Fakultas. (hms/smh)


