Pekanbaru, UIR : Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu guru perekonomian Indonesia selain koperasi.
Hal ini dapat terlihat dari bukti bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia tidak menghadapi krisis di tengah-tengah krisis global pada tahun 2008 lalu. Perkembangan jumlah UMKM dari tahun ke tahun semakin bertambah. Secara umum, khususnya dalam aspek finansial, hanya sedikit UMKM yang mengalami perkembangan dalam hal kinerja keuangannya. ini tak lepas dari ketidak sadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pengelolaan keuangan perusahaan.
Usaha UMKM di Indonesia salah satunya ada di kecamatan Seberida kabupaten Indargiri Hulu. Agar UMKM di Kecamatan Seberida dapat terus berkembang dan maju, sebagai pengelola UMKM sudah selayaknya memahami bagaimana pengelolaan keuangan dan penentuan harga pokok produksi yang baik yang bertujuan untuk mengukur kinerja UMKM itu sendiri sebagai ukuran keberhasilan dan keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, Fakultas Ekonomi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Riau mengutus dua tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau tempat ditemukan kondisi yang perlu pembinaan. Tim pelaksana pertama terdiri dari Nina Nursida, SE., M. Acc, R. Ade Fitrasari M., SE., M.Acc., Ak, Poppy Camenia Jamil, S.E., M.S.M, Haugesty Diana, SE., M.Akdan Yolanda Pratami, SE., M.Ak. Tim pelaksana kedua terdiri dari Siska, S.E., M.Si.,Ak. CA, Yusrawati, SE., M.Si, Halimah Tussakdiah, SE., M.Ak., CA dan Dr. Raja Ria Yusnita, SE., M.E. Rabu, 16 Juli 2019 dari pukul 08.00 s.d Pukul 15.00 WIB.
Setelah dilakukan kegiatan pengabdian dapat ditarik kesimpulan bahwa wirausaha mandiri telah berjalan dengan cukup stabil tetapi tetap memiliki permasalahan yang sering terjadi yaitu usaha tidak mengalami perkembangan atau kemajuan. Ketidak majuan usaha yang mereka miliki karena kurangnya informasi keuangan yang mereka dapatkan mengenai usaha yang dijalankan.
Pemilik usaha memiliki pandangan bahwa pencatatan laporan keuangan dan penentuan harga pokok produksi usaha dinilai kurang penting karena pemilik usaha juga sekaligus yang menjalankan usahanya dan belum terdapat tuntutan untuk membuat laporan keuangan usaha. Solusi yang kami tawarkan sesuai dengan bidang keilmuan yang kami kuasai adalah memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan penentuan harga pokok produksi untuk wirausah mandiri di Kecamatan Seberida.
Pengelolaan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha Wirausaha Mandiri UMKM tempat kami melaksanakan pengabdian kepada masyarakat diharapkan akan dapat berkontribusi dalam memberikan pemahaman literasi keuangan sederhana dan penentuan harga pokok produksi dalam pengelolaan usaha untuk hal ini pada Wirausah aMandiri UMKM di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu.
Laporan : HUMAS UIR


