Semangat mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) tidak hanya pada kegiatan akademik atau non akademik saja. Melain kontribusi juga dituangkan dengan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan salah satunya dengan memberikan dorongan edukasi konservasi gajah sumatera di Provinsi Riau.
Seperti yang dilakukan oleh Alvi Syahri, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Angkatan 2025 bersama relawan Sobat Gajah Riau. Dalam rangka memperingati Hari Gajah Sedunia, beberapa waktu lalu Alvi Bersama teman komunitas relawannya melakukan kegiatan edukasi konservasi gajah sumatera di Buluh Cina, Siak Hulu, Kampar yang melibatkan masyarakat lintas generasi. Ini merupakan kegiatan konservasi yang ditaja oleh Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) wilayah Riau.
Selama kegiatan sosial tersebut berlangsung Alvi beserta tim bertugas mengembangkan aspek edukasi dan publikasi, terutama melalui produksi konten media sosial. Pesan-pesan mengenai konservasi gajah dikemas dalam bentuk konten yang lebih kreatif sehingga informasi tidak hanya disampaikan secara konvensional, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat melalui media digital.
Awalnya, Sobat Gajah Riau (SGR) ini dibentuk atas keinginan bersama atas kepedulian terhadap keberadaan gajah sumatera khususnya yang ada di Provinsi Riau. Melalui Korwil FKGI Riau yang juga merupakan salah satu alumni UIR, SGR dimulai dengan menggabungkan mahasiswa lintas jurusan dan merekrut relawan untuk menjalankan aksi dalam misi konservasi gajah sumatera ini.
“Tujuan akhirnya adalah edukasi. Kami fokus pada bagaimana edukasi tentang konservasi ini bisa disampaikan melalui media sosial dan konten-konten yang menarik,” ungkap Alvi kepada tim Humas UIR.
Alvi bercerita, kegiatan juga dikembangkan melalui kolaborasi dengan sejumlah komunitas seni. Salah satunya komunitas menggambar yang turut mengangkat tema gajah melalui karya visual. Selain itu, terdapat pula kolaborasi dengan pekerja seni lainnya yang membantu menghadirkan aktivitas kreatif bagi masyarakat dan anak-anak yang hadir dalam kegiatan.
“Tidak hanya melalui seni visual, kegiatan tersebut juga melibatkan pekerja musik. Salah satu bentuk kolaborasinya diwujudkan melalui penciptaan lagu yang mengangkat isu gajah dan konservasi”, tambah alvi.
Keterlibatan mahasiswa UIR dalam kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran di luar kampus. Mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar membangun jejaring, berkolaborasi lintas bidang, mengembangkan kreativitas, serta memahami bagaimana komunikasi dapat digunakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan lingkungan. (hms/smh)


