Keterbatasan bukan hambatan bagi individu untuk meraih mimpi. Mimpi yang bukan hanya terekam dikepala saja, melainkan harus diwujudkan dengan perjuangan dan semangat belajar tinggi. Prinsip inilah yang tengah dipegang oleh Muhammad Adit, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR).
Adit merupakan mahasiswa penyandang disabilitas Tunarungu di UIR angkatan 2025. Dalam keseharian Adit aktif belajar dikelas bersama teman angkatannya, keterbatasan dalam berbicara dan mendengarkan bukan penghalang untuk terus mengejar mimpi.
Bagi Adit berkuliah di UIR sangat menyenangkan karena memiliki lingkungan yang inklusif, baik Dosen maupun mahasiswa. Menurutnya dosen mengajar sangat sabar dan mampu memahami cara ia belajar, sedangkan teman dikelaskan sama sekali tidak pernah melakukan diskriminasi.
Adapun beberapa hal lain yang ia sukai di UIR yaitu UIR merupakan Perguruan Tinggi Swasta terbesar di Riau, UIR memberikannya beasiswa disabilitas, dan terakhir menurutnya UIR merupakan kampus yang ramah disabilitas.
Merlina Sari, S.Pd., M.Pd., AIFO, Dosen Prodi Penjas FKIP UIR yang mengampu beberapa mata kuliah Adit mengatakan, keterbatasan yang dimiliki Adit tidak menjadi penghalang dalam mengikuti proses perkuliahan. Justru, Adit menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan kemauan untuk terus berkembang bersama mahasiswa lainnya.
Menurutnya, lingkungan pembelajaran yang inklusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan mahasiswa penyandang disabilitas. Karena itu, dosen dan mahasiswa perlu membangun komunikasi serta memberikan ruang yang sama agar setiap mahasiswa dapat mengikuti proses pendidikan secara optimal.
Sementara itu, bagi Adit, menjadi mahasiswa UIR bukan hanya tentang mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan.
Dengan semangat belajar yang terus dijaga, Adit ingin menyelesaikan pendidikan dengan baik dan mewujudkan cita-citanya. Perjalanan Adit menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri. (hms/smh)
Baca informasi seputar kampus lainnya pada laman http://uir.ac.id
Serta kunjungi website Penerimaan Mahasiswa Baru UIR http://pmb.uir.ac.id


