Kolaborasi Riset Internasional UIR, Angkat Intervensi untuk Anak Autism Spectrum Disorder

Wujud implementasi kerjasama berupa Implementation Agreement (IA), Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR) Atikah Haira Bagawan, B.S., M.A., Ph.D melakukan research collaboration dengan Dosen Michigan State University dan University of Cambridge berjudul “Family Focus Groups to Refine an Online Intervention to Support Interactions Between Siblings With and Without Autism”

Research ini dilatarbelakangi oleh intervensi bagi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) yang selama ini berfokus pada orang tua atau tenaga profesional. Padahal, saudara kandung merupakan orang yang paling sering berinteraksi dengan anak dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan kemampuan komunikasi sosial anak tersebut.

Atikah Haira Bagawan, B.S., M.A., Ph.D bersama tim mengembangkan intervensi Speak, Play & Listen. Sebuah intervensi daring berbasis keluarga (family-mediated intervention), komponen-komponen intervensi ini dibuat berdasarkan evidence-based practices untuk anak ASD menggunakan model pelatihan berjenjang (cascading model), di mana peneliti melatih orang tua, kemudian orang tua membimbing saudara kandung non-autistik untuk menerapkan strategi komunikasi saat bermain bersama anak dengan ASD. Tujuannya adalah membangun interaksi yang lebih positif sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak dalam lingkungan keluarga.

“Untuk memastikan program tersebut sesuai dengan kebutuhan keluarga, penelitian ini menggunakan Person-Based Approach (PBA), yaitu pendekatan pengembangan intervensi yang menempatkan pengalaman dan perspektif pengguna sebagai dasar penyempurnaan program. Kami melaksanakan empat kelompok diskusi (focus group) yang melibatkan 14 orang tua, 7 remaja yang memiliki saudara dengan ASD, dan 9 saudara kandung dewasa. Para peserta memberikan masukan mengenai manfaat, tantangan, serta berbagai saran pengembangan intervensi”, terang Atikah Haira Bagawan, B.S., M.A., Ph.D.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik orang tua maupun saudara kandung memandang intervensi ini sebagai pendekatan yang relevan, mudah dipahami, dan fleksibel diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka meyakini bahwa program ini dapat membantu meningkatkan komunikasi, empati, kerja sama antarsaudara, serta mempererat hubungan dalam keluarga. Selain itu, peserta juga menilai bahwa keterlibatan saudara kandung memberikan kesempatan belajar yang alami bagi anak dengan ASD melalui aktivitas bermain dan rutinitas keluarga.

Penelitian ini juga memberikan implikasi penting bagi dunia pendidikan inklusif dan layanan intervensi. Praktisi, guru, terapis, maupun orang tua didorong untuk melibatkan saudara kandung dalam proses pembelajaran dengan tetap memperhatikan kesiapan, usia, dan kebutuhan masing-masing anak. Pendekatan tersebut diyakini mampu memperkuat kapasitas keluarga sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (hms/smh)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content