Mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Riau (UIR) atas nama Fajrio Dwi Rahmalan berhasil menyabet gelar Juara Terfavorit dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tahun 2026. Ajang ini merupakan inisiatif strategis OJK untuk menjaring generasi muda inspiratif yang akan menjadi perpanjangan tangan otoritas dalam mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya kecerdasan finansial.
Keikutsertaan Fajrio dalam kompetisi ini didorong oleh rasa kepedulian yang tinggi terhadap fenomena rendahnya literasi keuangan di tengah masyarakat, yang kerap berujung pada maraknya kasus pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong. Berbekal latar belakang keilmuan di bidang Akuntansi, Fajrio merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengaplikasikan teori keuangan dari bangku kuliah dengan mengambil peran aktif di masyarakat. Program Pemilihan Duta Literasi Keuangan OJK 2026 dinilai sebagai wadah yang tepat untuk mewujudkan visi tersebut, yakni membantu masyarakat agar lebih “melek” finansial, bijak dalam mengelola keuangan, dan mampu memilih produk layanan jasa keuangan yang aman.
Persaingan Sengit Menuju Kursi Finalis
Antusiasme generasi muda terhadap ajang ini terbilang sangat tinggi. Tercatat sekitar 200 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Provinsi Riau turut mendaftarkan diri. Perjalanan Fajrio menuju gelar Juara Terfavorit pun harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang cukup panjang dan ketat.
Kepada tim Humas UIR Fajrio bercerita “rangkaian kegiatan ini dimulai dari tahap pendaftaran dan seleksi administrasi pada 28 Mei hingga 4 Juni 2026. Setelah dinyatakan lolos seleksi berkas, para peserta kemudian melaju ke tahap pembekalan dan sosialisasi pada tanggal 11 Juni 2026. Pada sesi ini, peserta diberikan pengenalan mendalam mengenai tugas dan fungsi OJK, serta disuguhkan materi komprehensif seputar literasi dan inklusi keuangan”.
Sebagai bentuk evaluasi dan seleksi lanjutan setelah pembekalan, para peserta diwajibkan untuk mengikuti post-test akademik serta menyelesaikan penugasan pembuatan konten video. Tahapan ini sangat penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan, sekaligus melihat tingkat kreativitas mereka dalam mengemas pesan edukasi finansial.
Tantangan sesungguhnya berada pada tahap bootcamp (karantina) yang dilaksanakan secara intensif selama dua hari, yakni pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Pada tahap ini, jumlah peserta telah disaring ketat menjadi 20 finalis terbaik. Membanggakannya, Fajrio berhasil lolos dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Universitas Islam Riau (UIR) di antara ratusan pendaftar se-Provinsi Riau.
“Selama masa bootcamp, para finalis dibekali pemahaman yang lebih tajam dan spesifik mengenai berbagai sektor jasa keuangan, mencakup industri perbankan, asuransi, pasar modal, hingga lembaga pembiayaan. Selain pendalaman materi, finalis juga digembleng dan diuji kemampuan public speaking, kepemimpinan, hingga cara penyelesaian masalah (problem solving) terkait isu-isu finansial nyata di masyarakat. Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan adalah malam penganugerahan atau Grand Final yang diselenggarakan pada tanggal 2 Juli 2026, di mana Fajrio sukses memukau dewan juri dan audiens hingga dinobatkan sebagai Juara Terfavorit”, ujarnya.
Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Duta Literasi Keuangan
Setelah resmi menyandang gelar Juara Terfavorit Duta Literasi Keuangan OJK 2026, Fajrio kini mengemban amanah dan tanggung jawab yang besar. Terdapat beberapa Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) utama yang akan dijalankan ke depannya, antara lain:
- Agen Edukasi Finansial
Menjadi narasumber atau fasilitator dalam berbagai kegiatan sosialisasi literasi keuangan, baik di lingkungan kampus, sekolah, maupun masyarakat umum, guna mengenalkan produk jasa keuangan secara aman dan tepat guna.
- Kreator Kampanye Digital
Memanfaatkan platform media sosial untuk memberikan edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh generasi Z dan milenial, khususnya terkait bahaya pinjol ilegal, judi online, dan investasi bodong.
- Mitra Sinergi OJK dan Kampus
Menjembatani program-program inklusi keuangan dari OJK agar dapat diimplementasikan dengan baik di lingkungan Universitas Islam Riau (UIR), seperti penyelenggaraan seminar atau workshop perencanaan keuangan bagi mahasiswa.
Dampak, Pembelajaran, dan Harapan ke Depan
Mengikuti seluruh rangkaian Pemilihan Duta Literasi Keuangan OJK 2026 memberikan dampak dan pembelajaran yang luar biasa bagi Fajrio. Selain memperdalam ilmu mengenai sektor jasa keuangan yang sejalan dengan program studinya, kompetisi ini juga sangat mengasah soft skills krusial seperti kepercayaan diri, relasi (networking), dan empati terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
“Pencapaian ini adalah sebuah amanah besar bagi saya. Saya banyak belajar bahwa masalah keuangan di masyarakat sering bermula dari kurangnya literasi. Saya berharap ke depannya semakin banyak mahasiswa UIR yang peduli dan teredukasi mengenai literasi keuangan. Kita harus bisa bersama-sama menjadi agen perubahan di lingkungan terdekat, agar keluarga dan teman-teman kita terhindar dari jeratan pinjol ilegal maupun investasi bodong,” ungkap Fajrio.
Prestasi yang diraih oleh Fajrio ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan fakultas sekaligus pemantik semangat bagi mahasiswa UIR lainnya untuk berani berkompetisi, terus berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. (hms/smh)
Baca informasi seputar kampus lainnya pada laman http://uir.ac.id
Serta kunjungi website Penerimaan Mahasiswa Baru UIR http://pmb.uir.ac.id



