Dibawah bimbingan Dosen Pendamping Efi Susanti, S.E., M.Acc, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Riau (UIR) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Riau (UIR) atas nama Diva Nabila dan Salimah Zahra berhasil meraih Silver Medal dan Favorite Poster pada ajang Idea Festival (IDF) 5. Kegiatan diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Bogor Science Club (BSC) IPB.
Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul “Mengubah Sampah Plastik Menjadi Nilai: Inovasi Kointani Menuju Indonesia Emas 2045”. Karya ini mengangkat permasalahan sampah plastik yang masih menjadi tantangan lingkungan di Indonesia, kemudian menawarkan solusi kreatif melalui pendekatan ekonomi berkelanjutan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat
Kepada tim humas UIR Diva Nabila bercerita “karya ini merupakan sebuah inovasi yang kami beri nama KoinTani. KoinTani merupakan sistem pengelolaan sampah plastik berbasis komunitas dan teknologi digital yang mengubah sampah menjadi produk bernilai guna. Konsep dari KoinTani sendiri menggabungkan dua kata, yaitu “Koin” bentuk apresiasi yang diberikan kepada masyarakat atas kontribusinya dalam mengurangi sampah plastik dan kata “Tani” mencerminkan pertanian dan keberlanjutan dari pemanfaatan hasil daur ulang sampah plastik untuk mendukung kegiatan bercocok tanam”.
Tim FEB UIR memilih subtema lingkungan karena lingkungan hidup merupakan tempat yang menopang kehidupan. Menurutnya setiap hari generasi muda tidak terlepas dari penggunaan plastik dan kemudian dibuang sembarangan. Hal inilah yang menyebabkan sampah plastik terus menumpuk di TPA tanpa pengolahan lebih lanjut. Padahal, sampah plastik sangat sulit terurai dalam jangka waktu yang pendek, jika terus dibiarkan dalam siklus “dipakai lalu dibuang” tanpa adanya pengolahan lebih lanjut, maka dampaknya akan sangat buruk bagi lingkungan, kesehatan, dan keberlanjutan hidup kita di masa depan.
“Mekanisme KoinTani dirancang sederhana agar mudah diikuti oleh masyarakat. Pertama, masyarakat membawa sampah plastik yang sudah dikumpulkan ke KoinTani Station. Di sana, sampah akan ditimbang dan setiap 100 gram sampah plastik akan dikonversi menjadi 1 Koin. Data penimbangan langsung diinput ke dalam sistem website yang bisa diakses melalui ponsel sehingga masyarakat bisa memantau saldo KoinTani mereka kapan saja. Setelah itu, sampah plastik melalui proses daur ulang yang meliputi pembersihan, pemadatan, pencacahan, peleburan, hingga pencetakan menjadi berbagai produk bernilai guna seperti pot tanaman, paving blok, dan gantungan kunci. Produk-produk ini kemudian disimpan sebagai stok penukaran, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada masyarakat untuk mendukung biaya operasional program dan pembelian benih”, terang Diva Nabila.
Adapun pembeda KoinTani dari sistem pengelolaan sampah lainnya adalah pada tahap pengumpulan sampah hingga proses daur ulang menjadi produk bernilai guna yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Masyarakat bisa menukarkan KoinTani dengan berbagai jenis benih sayuran, seperti cabai merah, cabai rawit, selada, kangkung, bawang merah, daun bawang, sawi dan lainnya.
Dengan adanya benih sayuran ini, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga bisa menanam sendiri kebutuhan dapur di pekarangan rumah. Inovasi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga karena masyarakat dapat menanam sebagian kebutuhan dapurnya sendiri. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah kenaikan harga bahan pokok dan berbagai komoditas pangan yang sering memengaruhi daya beli masyarakat. (hms/smh)
Baca informasi seputar kampus lainnya pada laman http://uir.ac.id
Serta kunjungi website Penerimaan Mahasiswa Baru UIR http://pmb.uir.ac.id





