Kembali mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) raih prestasi membanggakan. Ia adalah Muhammad Fadli dari Program Studi (Prodi) Agroteknologi raih medali emas dalam kejuaraan internasional Masangmuye Championship 2024 yang berlangsung di Daegaya Horse Riding Center, Seoul, Korea Selatan, 25 hingga 27 Oktober 2024 lalu.
Fadli berhasil raih medali emas dalam dalam cabang olahraga Horseback Archery (HBA) atau Panahan berkuda. Horseback Archery sendiri merupakan kegiatan olahraga yang menggabungkan dua cabang olahraga sekaligus, yaitu memanah dan berkuda. Sebanyak sembilan negara berpartisipasi dalam kejuaraan ini, termasuk Korea, Indonesia, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, Mongolia, Turki, Australia, dan Malaysia.
Tim Humas UIR saat mewawancara Fadli pada Jumat (01/11/2024) mengungkapkan ada tantangan tersendiri untuk ikuti event olahraga panahan berkuda tersebut. Seperti atlet dituntut harus bisa menguasai segala macam karakter kuda, ada kuda yang berkarakter slow, medium, fast horse.
“Atlet setiap negara diberi kesempatan 2 hari untuk mencoba kuda yang berbeda dan menentukan kuda untuk kompetisi di hari ketiga, jika telat konfirmasi kuda yang kita inginkan akan lebih dahulu digunakan atlet negara lain,” ungkapnya.
Selain menguasai teknik memanah, penting bagi Fadli untuk lakukan bonding dan membangun kedekatan dengan kuda yang akan ditungganginya. Memahami karakter kuda, memahami rules untuk menentukan kriteria kuda yang akan digunakan sesuai dengan karakter atlet itu sendiri.
“Kuda yang saya tunggangi di kejuaraan tersebut bernama Pringle, butuh tiga hari untuk bonding dengannya, Pringle merupakan kuda betina besar yang sangat baik dan kooperatif,” ujarnya.
Sederetan prestasi pun telah banyak diraih oleh mahasiswa semester lima ini diantaranya Medali Perak dalam kejuaraan Equestrian Dandenpom, Perak dalam kejuaraan Dekan FKIP UIR Archery Championship kategori horsebow Juni 2023, Perunggu Grand Prix Stage II Juni 2024, dan Perunggu Bosa Korea Selatan.
Lebih lanjut, Fadli menambahkan tidak hanya mengandalkan teknik, dirinya percaya bahwa ikhtiar dan doa restu dari orang tua, keluarga, pelatih, dan orang-orang terdekat adalah bagian penting dari keberhasilannya.
“Jangan pernah tinggalkan ibadah dan selalu minta doa restu dari orang-orang terdekat,” tambah Fadli.(nh/hms)



