Perkembangan teknologi semakin cepat, setiap individu berhak untuk mendapatkan informasi terlepas dari kondisi fisik yang menjadi penghambat seperti Tuna Rungu dan lain sebagainya. Saat ini ahli bahasa isyarat SIBI dan BISINDO menjadi pusat perhatian masyarakat, artinya ahli bahasa isyarat akan mudah mendapatkan peluang kerja.
Untuk itu Dosen Prodi Penjaskesrek Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) Merlina Sari, S,Pd., M.Pd mengajak mahasiswanya untuk memahami Bahasa isyarat. SIBI merupakan penyampaian pesan bahasa menggunakan satu tangan, sedangkan BISINDO merupakan penyampaian pesan Bahasa menggunakan dua tangan.
“Saat ini Penjas menjadi satu – satunya Prodi yang mempelajari Bahasa isyarat dengan Mata Kuliah Pendidikan Jasmani Adaptif Belajar Umum. Siapa saja boleh mempelajari Bahasa ini tidak bergantung pada bidang keilmuan”, papar Merlin pada Rabu, (09/01/2024) di ruang kerjanya.
Merlin melanjutkan, ahli Bahasa isyarat tentu memiliki peluang kerja yang baik karena kurangnya peminat pada ilmu tersebut. Dari total mahasiswa Penjas hanya beberapa yang memiliki peminat.
“Saya selalu mengarahkan mahasiswa Penjas untuk melakukan PPL di Sekolah Luar Biasa yang ada di Pekanbaru. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat mahasiswa memperdalam bahasa isyarat”, papar Merlina.(hms/smh)



