Dosen FIKOM UIR Teliti Strategi Media Siber Indonesia dan Malaysia Hadapi Persaingan Era Digital

media-siber-uir

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kepercayaan publik terhadap media menjadi tantangan yang semakin kompleks. Persaingan memperebutkan perhatian pembaca tidak hanya terjadi antar perusahaan media, tetapi juga dengan berbagai platform digital yang menghadirkan informasi secara instan. Di tengah dinamika tersebut media siber dituntut mampu mempertahankan identitas jurnalistiknya agar tetap relevan sekaligus berkelanjutan sebagai sebuah industri.

Fenomena inilah yang menjadi perhatian Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR) Assoc. Prof. Dr. Harry Setiawan, M.I.Kom., bersama tim peneliti dari Binus University, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Melalui penelitian yang berjudul Construction of Cyber Media Communication Identity in Indonesia and Malaysia in the Social Media Era for Business Sustainability, tim peneliti mengkaji bagaimana media siber di Indonesia dan Malaysia membangun identitas komunikasi sebagai strategi mempertahankan keberlangsungan bisnis di tengah dominasi media sosial.

Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan _mixed methods_ yang mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan redaksi, editor, dan jurnalis senior dari 12 media siber, yaitu enam media di Indonesia sekaligus enam media di Malaysia. Selain itu, peneliti juga melakukan survei terhadap 108 pembaca media siber di kedua negara dan observasi terhadap logo, tagline, serta tampilan media. Analisis data dilakukan menggunakan enam tahapan analisis kualitatif Creswell dengan teknik triangulasi untuk menjamin validitas data.

Hasil yang didapatkan ialah identitas media siber tidak sekadar dibangun melalui logo atau slogan, melainkan melalui konsistensi dalam menjalankan prinsip-prinsip jurnalistik. Kecepatan penyampaian informasi tetap menjadi karakter utama media digital, namun ketepatan, verifikasi, serta komitmen untuk tidak menyebarkan hoaks menjadi fondasi yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat. Dengan cara itu media siber membedakan dirinya dari kreator konten di media sosial yang tidak memiliki tanggung jawab editorial.

Lebih lanjut, tim peneliti menemukan adanya tantangan yaitu kesenjangan antara identitas yang ingin dibangun media dengan persepsi masyarakat. Di satu sisi perusahaan media berupaya menghadirkan produk jurnalis yang berkualitas tanpa mengandalkan praktik clickbait. Namun di sisi lain sebagian pembaca masih menilai media daring lebih mengejar jumlah kunjungan dibandingkan kualitas informasi.

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa media siber di Indonesia cenderung memiliki kanal pemberitaan yang lebih beragam dibandingkan media di Malaysia sebagai strategi menjangkau berbagai segmen pembaca. Selain itu hubungan media siber dengan media sosial digambarkan sebagai hubungan yang saling membutuhkan juga saling bersaing. Media sosial menjadi sarana penting dalam mendistribusikan berita, dilain sisi juga menjadi kompetitor utama dalam memperebutkan pendapatan iklan digital yang menjadi sumber utama pembiayaan industri media.

Pada kesimpulannya, perbedaan ekosistem media di kedua negara turut menjadi temuan penting dalam penelitian ini. Indonesia dinilai memiliki identitas kelembagaan pers yang lebih kuat melalui keberadaan Dewan Pers serta asosiasi media siber yang berperan menjaga profesionalisme industri. Sementara Malaysia baru mulai memperkuat sistem pengaturan medianya melalui pembentukan Malaysian Media Council. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa identitas komunikasi media tidak hanya dibentuk oleh organisasi media tetapi juga dipengaruhi oleh sistem pers dan kebijakan yang berlaku di masing-masing negara.(kh/hms)

Penulis : Dr. Muslikhin, S.Pd., M.I.Kom (BINUS), Assoc. Prof. Dr. Harry Setiawan, M.I.Kom (UIR), Maria Anggia W, S.Sos., M.M (BINUS), Dr. Norena Abdul Karim Zamri (UKM), Dr. Nur Nasliza Arina Mohamad Nasir (UiTM).

Sumber Artikel :

https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/14648849251363135

Sumber Gambar : kalimantanpost.com

Share:

More Posts

Universitas Islam Riau Campus
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284
Indonesia

Telepon :  +62 761 674674
Faks :   +62 761 674834
Email : info[at]uir.ac.id

© Universitas Islam Riau developed by SIMFOKOM

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content