Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Namun, praktik pembelajaran PAI di berbagai lembaga pendidikan masih didominasi pendekatan kognitif yang berorientasi pada hafalan dan penguasaan materi teoritis. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran agama belum mampu menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman spiritual peserta didik sehingga kurang relevan dengan tantangan generasi digital saat ini.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, dosen Fakultas Agama Islam (FAI) program studi Pendidikan Agama Islam, yaitu Prof. Dr. H. Hamzah, M.Ag., dan Dr. Firdaus AR, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Dosen prodi Pendidikan Biologi Dr. Siti Robiah, M.Si., Universitas Islam Riau (UIR) menghadirkan sebuah gagasan baru yang mengintegrasikan pendekatan pembelajaran modern dengan khazanah tasawuf Islam. Melalui artikel ilmiah berjudul Quantum Learning in a Sufism Perspective: Integration of Tajalli Concepts and Holistic Learning Theory yang diterbitkan pada Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, penelitian ini memperkenalkan model pembelajaran Quantum Sufic Learning (QSL).
Konsep ini memadukan teori Quantum Learning dengan epistemologi tasawuf melalui konsep tajalli, yakni proses tersingkapnya makna dan kesadaran spiritual dalam diri manusia. QSL menawarkan pengalaman belajar yang menyentuh tiga dimensi utama manusia, yaitu akal (‘aql), hati (qalb), dan ruh. Melalui integrasi tersebut, peserta didik tidak hanya diajak memahami materi secara rasional, tetapi juga menghayati nilai-nilai agama melalui refleksi, kontemplasi, dan pengalaman spiritual yang bermakna.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Quantum Learning, seperti pengelolaan kondisi belajar (state management), pembelajaran yang melibatkan seluruh potensi otak (whole-brain learning), serta pembelajaran yang efektif dan menyenangkan (accelerated learning), memiliki keterkaitan dengan konsep-konsep tasawuf seperti muraqabah, dzauq, dan tajalli. Perpaduan keduanya melahirkan kerangka pembelajaran yang tidak hanya menargetkan capaian akademik, tetapi juga transformasi diri melalui pengalaman spiritual yang autentik.
Lebih lanjut, Inovasi yang dikembangkan tim dosen UIR ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Dengan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran modern dan nilai-nilai tasawuf, Quantum Sufic Learning menawarkan perspektif baru dalam membangun pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik (kh/hms)
Penulis : Prof. Dr. H. Hamzah, M.Ag., Dr. Firdaus, S.Pd.I., M.Pd.I., Dr. Siti Robiah, M.Si., (UIR), Muhammad Lutfi Hamzah (UIN SUSKA), dan Klemens Mere (UNIDHA).
Sumber Artikel :
Sumber Gambar : https://almasoem.sch.id/pentingnya-belajar-agama-islam/


