Pengelolaan limbah air terproduksi (produced water) menjadi tantangan besar dalam industri minyak dan gas, terutama seiring bertambahnya usia lapangan migas. Menjawab persoalan tersebut, tim dosen Universitas Islam Riau (UIR) menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui pemanfaatan biji jenitri sebagai bioadsorben alami.
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Contributions Oil and Gas Volume 48 Nomor 1 Tahun 2025 ini diketuai oleh Muhammad Khairul Afdhol, S.T., M.T., serta Ir. Tomi Erfando, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik UIR, bersama tim peneliti lintas institusi dari Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan bahan alam lokal sebagai solusi berkelanjutan untuk pengolahan limbah migas.
Air terproduksi merupakan limbah terbesar dalam proses produksi minyak dan gas, dengan kandungan minyak sisa, garam, serta partikel berbahaya yang tidak dapat langsung dibuang ke lingkungan. Selama ini, industri migas masih banyak bergantung pada adsorben berbasis material impor. Melalui penelitian ini, jenitri ditawarkan sebagai alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenitri yang diaktivasi secara kimia menggunakan kalium hidroksida (KOH) memiliki struktur pori yang lebih terbuka dan luas permukaan yang lebih besar. Karakteristik tersebut membuatnya mampu menyerap polutan secara optimal, ditandai dengan penurunan signifikan nilai TDS dan kekeruhan air terproduksi.
Tidak hanya itu, analisis laboratorium juga membuktikan bahwa bioadsorben jenitri mengandung gugus fungsi aktif yang berperan penting dalam proses adsorpsi. Hal ini juga menjadikan jenitri sebagai material yang kompetitif dibandingkan kemiri dan kacang walnut yang selama ini digunakan dalam proses filtrasi.
Lebih lanjut, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan teknologi pengolahan limbah migas, tetapi juga memperkuat peran UIR dalam mendorong riset berbasis potensi lokal dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Ke depan, bioadsorben jenitri diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung industri migas yang lebih hijau dan berwawasan lingkungan.(kh/hms)
Penulis : Muhammad Khairul Afdhol, S.T., M.T., dan Ir. Tomi Erfando, S.T., M.T., (UIR), Adiella Zakky Juneid (UR), Razif Muhammed Nordin (Mara Arau University Campus Perlis), Muhammad Salihin bin Zakaria (UniMAP).
Sumber detail artikel :
https://journal.lemigas.esdm.go.id/index.php/SCOG/article/view/1734
Sumber Gambar : petrotrainingasia.com


