Dosen UIR Kembangkan Instrumen Penilaian Sikap Guru PJOK dalam Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, menuntut kesiapan guru dari sisi sikap, kompetensi, dan pengalaman. Namun, hingga saat ini belum ada instrumen baku yang tervalidasi secara lokal di Indonesia untuk mengukur sikap guru PJOK terhadap siswa disabilitas. berdasar dari fenomena ini Dosen UIR, Merlina Sari, S.Pd., M.Pd., AIFO., Dr Ahmad Rahmadani, S.Pd, M.Pd, dan Novia Nazirun, S.ST., M.Kes., AIFO., bersama tim peneliti lintas perguruan tinggi nasional dan internasional, berhasil memvalidasi instrumen untuk mengukur sikap guru Pendidikan Jasmani terhadap pengajaran siswa penyandang disabilitas di Indonesia.

Penelitian ini mengangkat pentingnya kesiapan guru Pendidikan Jasmani dalam menciptakan pembelajaran yang adil dan ramah bagi semua peserta didik, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus. Penelitian yang berjudul “Validating the Physical Educators’ Attitude Toward Teaching Individuals with Disabilities III (PEATID III) Instrument for Physical Education Teachers: Supporting Inclusive Education in Indonesia”, Melalui instrumen Physical Educators’ Attitude Toward Teaching Individuals with Disabilities III (PEATID III), para peneliti menilai bagaimana pandangan, kesiapan, dan kebutuhan pelatihan guru dalam menerapkan pendidikan inklusif.

Selanjutnya, penelitian yang melibatkan 120 guru Pendidikan Jasmani di Kota Pekanbaru ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Instrumen PEATID III terbukti valid dan reliabel, serta sesuai dengan kondisi sosial dan budaya di Indonesia. Hasil penelitian juga mengungkap bahwa secara umum, guru Pendidikan Jasmani memiliki sikap positif terhadap pendidikan inklusif, terutama dalam hal dampak pembelajaran bagi siswa.

Menariknya, guru dengan pengalaman mengajar lebih dari lima tahun serta yang pernah mengikuti pelatihan khusus terkait pendidikan inklusif menunjukkan sikap yang lebih terbuka dan siap dalam mengajar siswa penyandang disabilitas. Meski demikian, penelitian ini juga menyoroti masih adanya kebutuhan akan pelatihan lanjutan guna meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi pemangku kebijakan, institusi pendidikan, serta praktisi pendidikan dalam menyusun program pelatihan dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, validasi instrumen PEATID III ini membuka peluang bagi penelitian lanjutan dalam memperkuat implementasi pendidikan inklusif di Indonesia.(kh/hms)

Penulis : Merlina Sari, S.Pd., M.Pd., Dr. Ahmad Rahmadani, S.Pd., M.Pd., Sugeng Purwanto (UNY), Mohd Sofian Omar-Fauzee (INTI International University), dan Nagoor Meera Abdullah (Universiti Teknologi MARA).

Sumber detail artikel :

https://tmfv.com.ua/journal/article/view/3167/1829

Sumber gambar : okezone.news.com

Share:

More Posts

Universitas Islam Riau Campus
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284
Indonesia

Telepon :  +62 761 674674
Faks :   +62 761 674834
Email : info[at]uir.ac.id

© Universitas Islam Riau developed by SIMFOKOM

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content