Dosen UIR Teliti Permainan Tradisional Terbukti Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Di tengah derasnya arus digitalisasi pendidikan permainan tradisional ternyata masih menyimpan kekuatan besar sebagai media pembelajaran. Temuan ini dibuktikan oleh dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR), Dr. Nurkhairo Hidayati, S.Pd., M.Pd., melalui penelitian meta-analisis yang mengkaji efektivitas permainan tradisional dalam berbagai konteks pendidikan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan tetapi juga dapat menjadi instrumen pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.

Dalam penelitian berjudul Learning Through Heritage: Effect Size of Traditional Games in Learning Contexts, Nurkhairo bersama tim peneliti menganalisis 39 hasil penelitian yang dipublikasikan sepanjang 2017 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran yang memanfaatkan permainan tradisional memberikan dampak positif yang sangat kuat terhadap capaian belajar siswa dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Temuan ini memperlihatkan bahwa aktivitas bermain yang sarat nilai budaya dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.

Adapun permainan tradisional yang dikaji fenomena nya oleh Nurkhairo diantaranya gobak sodor, bentengan, congklak dengan mulai rentang usia anak-anak usia PAUD bahkan hingga mahasiswa Perguruan Tinggi. Ternyata permainan tradisional dinilai mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam memproses pembelajaran. Melalui interaksi sosial, kerja sama, pemecahan masalah, dan refleksi pengalaman, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan pemahaman kebudayaan setempat.

Lebih lanjut, dari penelitian yang dilakukan juga terungkap fakta bahwa keberhasilan permainan tradisional dalam pembelajaran tidak terjadi secara otomatis. Efektivitas sangat bergantung pada bagaimana permainan dirancang dan terintegrasi ke dalam tujuan pembelajaran.

Ketika permainan tradisional dikaitkan dengan materi ajar dan pengalaman hidup peserta didik proses belajar menjadi lebih relevan, kontekstual, dan mudah dipahami. Sebaliknya, jika hanya digunakan sebagai aktivitas selingan tanpa perencanaan yang matang dampaknya terhadap hasil belajar menjadi lebih rendah.(kh/hms)

Penulis : Dr. Nurkhairo Hidayati, S.Pd., M.Pd., dan Heny Nurdiana (UIR), Mellisa, Ahmad Muslihin Bin Ahmad (UPSI Malaysia).

Sumber Detail Artikel :

https://malque.pub/ojs/index.php/mr/article/view/16210

Sumber Gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Gobak_sodor

Share:

More Posts

Universitas Islam Riau Campus
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284
Indonesia

Telepon :  +62 761 674674
Faks :   +62 761 674834
Email : info[at]uir.ac.id

© Universitas Islam Riau developed by SIMFOKOM

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content