Dosen UIR Ungkap Representasi Anak dalam Konflik Palestina-Israel di Instagram

anak-gaza-palestina-uir

Konflik Palestina dan Israel tidak hanya meninggalkan dampak pada wilayah dan masyarakat yang terlibat, tetapi juga menempatkan anak-anak sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan dan kehilangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian tim peneliti yang melibatkan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR) Fitri Hardianti, S.I.Kom., M.I.Kom., melalui penelitian berjudul Young Children in War-Time: Making Sense of Palestine-Israel Conflict Impact on Instagram yang diterbitkan dalam jurnal Italian Sociological Review Volume 16 Nomor 1 Tahun 2026. Penelitian tersebut mengkaji kondisi anak dalam konflik Palestina dan Israel yang direpresentasikan melalui media sosial Instagram.

Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis 1.500 unggahan Instagram yang dikumpulkan selama 03 hingga 30 Oktober 2023 menggunakan tagar #jalurgaza atau #gazastrip. Unggahan dianalisis berdasarkan unsur visual dan teks, kemudian dikelompokkan ke dalam tiga tema, yakni situasi konflik, kondisi konflik, dan implikasi konflik. Hasil analisis menunjukkan masing-masing tema mencakup 498 unggahan mengenai situasi konflik, 503 unggahan mengenai kondisi anak sebagai korban, dan 499 unggahan mengenai dampak konflik terhadap anak. Tim peneliti juga melakukan penyaringan terhadap konten untuk membedakan informasi yang kredibel dari unggahan yang berpotensi mengandung misinformasi atau manipulasi.

Temuan pertama menunjukkan adanya berbagai representasi konfrontasi antara anak dan kekuatan militer. Konten Instagram yang dianalisis memperlihatkan tiga bentuk utama, yaitu tindakan represif terhadap anak, bentuk perlawanan anak, serta konfrontasi langsung dengan militer. Temuan kedua memperlihatkan posisi anak sebagai kelompok yang sangat rentan menjadi korban konflik, dengan representasi berupa trauma, cedera fisik, hingga kematian. Sementara itu, temuan ketiga memperlihatkan kehilangan yang dialami anak, mulai dari kehilangan orang tua dan kerabat hingga kehilangan keluarga.

Menurut penelitian tersebut, penyebaran konten mengenai anak dalam konflik di Instagram tidak berhenti pada fungsi informatif. Visual, simbol, bahasa, dan narasi yang digunakan turut membentuk cara publik memahami kondisi anak di wilayah konflik. Karena itu, penelitian menekankan pentingnya literasi media agar masyarakat tidak hanya menerima konten secara emosional, tetapi mampu memahami konteks, makna, dan narasi yang berada di balik representasi penderitaan anak di media sosial.

Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi ruang untuk menggambarkan sekaligus mengevaluasi kondisi kelompok rentan dalam situasi konflik. Perlindungan terhadap anak tidak hanya membutuhkan perhatian terhadap kondisi fisik, tetapi juga terhadap dampak psikologis dan sosial yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Melalui penelitian ini, tim peneliti menunjukkan bahwa kajian komunikasi dan media sosial dapat memberikan perspektif untuk memahami bagaimana realitas konflik, khususnya pengalaman anak-anak, dibentuk dan dipahami oleh publik di ruang digital.(kh/hms)

Penulis : Yuniar Galuh Larasati (UGM), Hengky Fernando (UI), Wanda Fitri (UIN Imam Bonjol), Juli Magdalena Wuysang (UNTAN), Fitri Hardianti (UIR), dan Rahmad Ade Akbar (UNY).

Sumber Artikel :

https://www.italiansociologicalreview.com/ojs/index.php/ISR/article/view/977

Sumber Gambar : www.unicef.org.id

Share:

More Posts

Universitas Islam Riau Campus
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284
Indonesia

Telepon :  +62 761 674674
Faks :   +62 761 674834
Email : info[at]uir.ac.id

© Universitas Islam Riau developed by SIMFOKOM

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content