Urban Farming di Pekanbaru: Riset Dosen UIR pada Ketahanan Pangan di Tengah Risiko Produksi

Urban farming atau pertanian perkotaan kini menjadi salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat kota. Tetapi, di balik potensi besarnya aktivitas bertani di wilayah padat penduduk juga menyimpan berbagai tantangan. Hal inilah yang dikaji oleh tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) yaitu Sisca Vaulina, S.P., M.P., Dr. Elinur, S.P., M.P., Ilma Satriana Dewi, S.P., M.Si., dan Tati Maharani, S.P., M.P.

Melalui penelitian berjudul “Urban Farming: Production Risks of Vegetable Farming in Pekanbaru City, Riau Province, Indonesia” yang dipublikasikan dalam BIO Web of Conferences tahun 2025, mereka mengungkap faktor risiko yang memengaruhi hasil pertanian sayuran di Pekanbaru, khususnya bayam dan kangkung.

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Marpoyan Damai, kawasan yang menjadi pusat produksi sayuran di Kota Pekanbaru. Dengan melibatkan 30 petani responden, para peneliti menganalisis karakteristik petani, teknologi budidaya, serta sumber dan tingkat risiko produksi. Hasilnya, mayoritas petani berusia antara 43 hingga 49 tahun, berpendidikan dasar, dan memiliki pengalaman bertani selama 11–20 tahun. Pengalaman sudah cukup lama dalam bertani tersimpulkan ketahanan mereka menghadapi berbagai kondisi cuaca dan tantangan produksi, kendati sebagian besar masih menggunakan teknik budidaya tradisional yang berbeda dari teori pertanian modern.

Selanjutnya dari hasil penelitian, teridentifikasi lima sumber utama risiko dalam budidaya sayuran perkotaan, yakni cuaca ekstrem, serangan hama dan penyakit, perubahan iklim, keterbatasan air, serta tantangan adaptasi terhadap teknologi baru. Tingkat risiko produksi tergolong dalam level moderat, dengan bayam memiliki variabilitas hasil yang sedikit lebih tinggi dibanding kangkung. Hal ini menunjukkan bahwa meski keduanya berpotensi memberikan hasil ekonomi bagi petani kota, faktor lingkungan dan teknologi masih menjadi kunci keberlanjutan usaha mereka.

Dalam temuan juga menyoroti bahwa potensi pertanian di wilayah urban seperti Pekanbaru masih sangat besar bila didukung oleh inovasi dan kebijakan yang tepat. Kondisi agroklimat yang mendukung serta permintaan pasar terhadap sayuran segar menjadi peluang bagi petani kota untuk meningkatkan kesejahteraan.

Lebih lanjut, urban farming bukan hanya tentang menanam di lahan sempit, tetapi tentang menciptakan sistem pertanian yang berdaya tahan, produktif, dan ramah lingkungan. Para peneliti juga berharap adanya dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan teknologi pertanian maupun pengelolaan risiko produksi, sehingga menjadikan urban farming tidak sekadar menjadi tren, melainkan bagian penting dari pembangunan kota yang berkelanjutan.(kh/hms)

Penulis :

Sisca Vaulina, S.P., M.P., Dr. Elinur, S.P., M.P., Ilma Satriana Dewi, S.P., M.Si., dan Tati Maharani, S.P., M.P.

Informasi detail artikel :

https://repository.uir.ac.id/24242/23/2.%20turnitin%20Safe%20Prosiding%20Feb%202025.pdf

Sumber Gambar : schoolmedia.co.id

Share:

More Posts

Universitas Islam Riau Campus
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284
Indonesia

Telepon :  +62 761 674674
Faks :   +62 761 674834
Email : info[at]uir.ac.id

© Universitas Islam Riau developed by SIMFOKOM

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content