Dari Sungai yang Dipantau hingga Air yang Layak Diminum, Inovasi Dosen UIR Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Rumbai Pesisi

Sungai Siak merupakan salah satu sungai terpenting di Provinsi Riau yang selama ini dimanfaatkan sebagai sumber air baku, jalur transportasi, dan penunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, peningkatan jumlah penduduk, perkembangan industri, serta aktivitas perkebunan menyebabkan kualitas air Sungai Siak terus mengalami penurunan akibat limbah domestik, sedimentasi, dan pencemaran.

Masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai, khususnya di Kecamatan Rumbai Pesisir, masih bergantung pada air sungai sehingga membutuhkan solusi yang mampu menyediakan air bersih sekaligus memantau kondisi kualitas air secara berkelanjutan. Untuk itu Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Riau (UIR) yang terdiri dari Assoc. Prof. Dr. Ir. Evizal, S.T., M.Eng., Prof. Dr. H. Detri Karya, S.E., M.A., Sri Listia Rosa, S.T., M.Sc., Fadhlur Rohman, dan Cici Wela Sari, mengembangkan sistem pemantauan kualitas air Sungai Siak berbasis Internet of Things (IoT) yang dipadukan dengan instalasi penyulingan air bersih.

Inovasi tersebut memungkinkan kondisi air Sungai Siak dipantau secara real-time. Sensor yang dipasang mampu mengukur suhu, tingkat keasaman (pH), kekeruhan, Electrical Conductivity (EC), serta Dissolved Oxygen (DO). Seluruh data dikirim secara otomatis ke cloud server setiap sepuluh menit dan dapat diakses melalui dashboard berbasis web maupun telepon pintar. Dengan sistem ini, masyarakat dapat mengetahui lebih cepat ketika kualitas air mengalami penurunan, terutama setelah hujan deras yang biasanya meningkatkan tingkat kekeruhan sungai.

Tidak berhenti pada pemantauan, tim pengabdian juga membangun instalasi penyulingan air bersih menggunakan teknologi filtrasi mekanis, karbon aktif, reverse osmosis (RO), dan sterilisasi ultraviolet (UV). Tim PKM juga memeberikan pelatihan pengoperasian alat kepada 20 perwakilan rumah tangga, agar mampu membaca data sendor, mengganti filter, perawatan hingga mengambil Tindakan ketika terjadi penurunan kualitas air.

Hasilnya, air Sungai Siak yang sebelumnya belum layak konsumsi berhasil diolah menjadi air yang memenuhi standar kualitas air minum rumah tangga. Pengujian laboratorium menunjukkan penurunan signifikan kandungan bakteri Escherichia coli, logam besi, mangan, serta kadar Total Dissolved Solids (TDS), sehingga menghasilkan air yang lebih jernih, tidak berbau, dan aman digunakan.

Program ini menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari teknologi semata, melainkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Ketika inovasi dipadukan dengan pemberdayaan warga, manfaatnya tidak hanya menghadirkan akses terhadap air bersih, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian Sungai Siak. Pengabdian ini menjadi salah satu bukti kontribusi nyata Universitas Islam Riau dalam menghadirkan solusi berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya akses air bersih dan pembangunan kota yang berkelanjutan.(kh/hms)

Share:

More Posts

Universitas Islam Riau Campus
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284
Indonesia

Telepon :  +62 761 674674
Faks :   +62 761 674834
Email : info[at]uir.ac.id

© Universitas Islam Riau developed by SIMFOKOM

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content