Dosen UIR Beri Pelatihan Keterampilan Menjahit Pada Anak Panti Asuhan Putri Walidah Aisyiyah Pekanbaru

Upaya mendorong kemandirian anak asuh tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Lingkungan yang aman dan keterampilan hidup yang dapat dikembangkan menjadi bekal produktif juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi masa depan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Islam Riau (UIR) yang diketuai Dr. Eka Komalasari, S.Sos., M.Si., Dr. Raden Imam Al Hafis, S.Sos., M.AP (FISIPOL), Raihana, S.H., M.A (FAI), Maia Aisyah, dan Mira Yunita (FISIPOL), melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Panti Asuhan Walidah Aisyiyah Kota Pekanbaru.

Program tersebut diarahkan pada dua kebutuhan utama mitra yaitu penguatan sistem keamanan lingkungan dan peningkatan keterampilan hidup anak asuh melalui pelatihan menjahit. Pada aspek keamanan tim PKM UIR menghadirkan teknologi yang sebelumnya belum tersedia di panti. Sebanyak tujuh kamera CCTV dipasang pada sejumlah titik strategis yang terhubung dengan satu unit monitor sebagai pusat pemantauan. Pengurus panti juga mendapatkan pembekalan mengenai pengoperasian dan pemeliharaan sistem tersebut.

Dampak pemberdayaan juga terlihat pada keterampilan produktif anak asuh. Untuk mengatasi keterbatasan sarana tim menyediakan tiga mesin jahit manual, satu mesin obras, 12 paket alat jahit, serta bahan pendukung pelatihan. Anak asuh kemudian mengikuti pembelajaran secara bertahap, mulai dari pengenalan dan pengoperasian mesin, keterampilan dasar menjahit, hingga tingkat menengah.

Proses tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi diperkuat dengan materi kewirausahaan dan soft skill untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, pola pikir produktif, serta pemahaman mengenai peluang ekonomi dari keterampilan yang dimiliki.

“Hasil evaluasi menunjukkan perubahan yang cukup nyata. Tingkat keterampilan menjahit anak asuh meningkat dari 34,8 persen menjadi 62,4 persen setelah pelatihan. Lebih jauh, kemampuan peserta dalam menghasilkan sedikitnya satu produk jahitan meningkat dari 20 persen menjadi 80 persen,” ujar Eka Komalasari pada Tim Humas UIR pada Kamis (24/09/2026).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi telah mendorong peserta untuk mempraktikkan keterampilan hingga mampu menghasilkan karya secara mandiri. Dengan tersedianya sarana menjahit yang dapat terus digunakan, keterampilan tersebut juga memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi aktivitas produktif di lingkungan panti. Melalui program tersebut, tim PKM UIR tidak hanya menghadirkan perangkat teknologi dan sarana pelatihan, tetapi membangun kapasitas mitra agar mampu memanfaatkannya secara berkelanjutan. Sistem CCTV dapat terus digunakan untuk mendukung pengelolaan keamanan panti, sementara mesin jahit, mesin obras, dan perlengkapan menjahit menjadi sarana pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh anak asuh.

Lebih lanjut, perpaduan antara teknologi, peningkatan kapasitas pengurus, keterampilan vokasional, dan wawasan kewirausahaan menjadi bagian dari upaya UIR menghadirkan pengabdian yang berorientasi pada perubahan nyata di masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan panti yang lebih aman serta membuka ruang bagi tumbuhnya kemandirian anak asuh.(kh/hms)

Share:

More Posts

Universitas Islam Riau Campus
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284
Indonesia

Telepon :  +62 761 674674
Faks :   +62 761 674834
Email : info[at]uir.ac.id

© Universitas Islam Riau developed by SIMFOKOM

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content