Riset Internasional UIR Soroti Pengaruh Ketimpangan Ekonomi Global terhadap Cara Pandang Antarbangsa

Wujud implementasi kerjasama berupa Implementation Agreement (IA), Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR) Tengku Nila Fadhlia, M.Psi., Ph.D bersama Rachmayati Eka Safitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog melakukan research collaboration dengan Dosen Michigan State University dan University of Cambridge melalui riset berjudul “Ketidaksetaraan Makroekonomi dan Stereotip Nasional di 45 Negara Non-Barat”. Riset ini menyoroti bagiamana hubungan antara ketimpangan ekonomi global dan cara masyarakat di negara-negara non-Barat memandang bangsa lain.

Tengku Nila Fadhlia, M.Psi., Ph.D menyampaikan, penelitian berskala besar ini melibatkan 12.339 responden dari 45 negara non-Barat. Fokus utamanya adalah bagaimana posisi ekonomi suatu negara di tingkat global diukur dari tingkat kekayaan (PDB per kapita) dan tingkat eksploitasi ekonominya dapat memengaruhi stereotip nasional yang dimiliki warganya terhadap kelompok lain.

“Hasil penelitian menunjukkan pola yang menarik. Masyarakat dari negara-negara yang relatif lebih miskin dan lebih tereksploitasi secara ekonomi cenderung menilai kelompok luar, khususnya negara-negara Eropa Barat yang lebih makmur, sebagai lebih kompeten dibandingkan kelompok mereka sendiri. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketimpangan ekonomi dunia dapat membentuk cara berpikir masyarakat di negara-negara berkembang, hingga secara tidak sadar mereka menginternalisasi pandangan bahwa negara kaya memang lebih unggul dan layak memimpin” terang Tengku Nila Fadhlia, M.Psi., Ph.D.

Namun, dalam dimensi kehangatan atau keramahan, hasilnya justru berlawanan. Masyarakat dari negara-negara yang kurang beruntung secara ekonomi menunjukkan rasa kedekatan dan kebanggaan yang lebih besar terhadap kelompok mereka sendiri. Mereka menilai kelompok luar yang lebih kaya kurang hangat dan tidak sepenyayang bangsa mereka sendiri.

Kombinasi pandangan inimenganggap kelompok berstatus tinggi kompeten tetapi kurang hangat dikenal sebagai stereotip komplementer. Pola seperti ini berfungsi sebagai mekanisme psikologis untuk menjaga identitas sosial: di satu sisi, mereka mengakui keunggulan ekonomi negara kaya; di sisi lain, mereka menegaskan nilai-nilai kemanusiaan dan kehangatan dalam kelompok sendiri.

Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi global bukan hanya persoalan angka dan statistik, tetapi juga memengaruhi cara masyarakat memaknai posisi negaranya di dunia. Stereotip yang terbentuk dapat membantu menjelaskan mengapa sistem ekonomi global yang tidak setara masih bisa diterima dan dianggap “wajar” oleh banyak orang di negara berkembang. (hms/smh)

Baca informasi seputar kampus lainnya pada laman http://uir.ac.id

Serta kunjungi website Penerimaan Mahasiswa Baru UIR http://pmb.uir.ac.id

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content