Universitas Islam Riau (UIR) kembali menambah daftar panjang deretan dosen dengan jabatan tertinggi sebagai Guru Besar. Kali ini datang dari Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Lilis Marina Angraini, S.Pd., M.Pd yang sukses meraih jabatan fungsional sebagai Guru Besar.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 23472/M/Kpt.Kp/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Fungsional Dosen. Artinya Prof. Dr. Lilis Marina Angraini, S.Pd., M.Pd menjadi Guru Besar ke 28 bagi Universitas Islam Riau.
Prof. Dr. Lilis merupakan akademisi yang memiliki kepakaran pada bidang berpikir matematis. Atas konsistensinya melakukan penelitian yang senada sejak menjalani program pendidikan sarjana hingga doktoral, akhirnya ia berhasil mendapatkan pengakuan kepakaran yang telah dikembangkan dalam bidang keilmuan.
Lahir pada tanggal 21 Maret 1989, Guru Besar Perempuan ke-5 bagi UIR ini menyelesaikan pendidikan sarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2006–2010, kemudian melanjutkan Magister Pendidikan Matematika di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada tahun 2011–2013 dan Program Doktor Pendidikan Matematika di UPI pada tahun 2015–2018.
“Sebagai Tenaga Pendidik atau dosen saya sangat akrab dengan penelitian. Selama meniti karir saya tidak pernah fokus pada hasil melainkan fokus pada proses atau tahapan demi tahapan. Tugas diselesaikan satu persatu hingga tanpa disadari dapat mengantarkan saya memiliki jabatan fungsional sebagai Guru Besar”, ungkap Prof Lilis.
Beberapa penelitian yang ia lakukan sehingga mendapatkan pendanaan kompetitif yaitu Hibah Terapan Kementerian Agama pada 2017, Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) pada 2019, Hibah Riset Keilmuan LPDP pada 2021, serta Hibah PDUPT pada 2022 dan 2023. Fokus penelitiannya terus berkembang, mulai dari penalaran dan berpikir kritis matematis hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, khususnya augmented reality, multimedia interaktif, dan computational thinking.
“Komitmen tersebut berlanjut hingga penelitian terbaru. Pada 2024, saya mengembangkan kajian mengenai integrasi augmented reality dengan Quizizz dalam pembelajaran matematika serta bahan ajar digital berbasis augmented reality yang didanai oleh BRIN. Pada 2025, saya memperoleh Hibah Terapan untuk penelitian penerapan augmented reality berbasis game matematika, sedangkan pada 2026 memperoleh Hibah Hilirisasi Prototipe untuk pengujian model sistem augmented reality berbasis game bilingual dalam meningkatkan pemahaman geometri siswa SMP”, cerita Prof Lilis.
Sampai tahun 2026 tercatat lebih dari 50 karya ilmiah yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal dan prosiding. Selain itu ia juga telah menghasilkan sebanyak 12 buku salah satunya berjudul Concept Attainment Model dalam Pembelajaran Matematika, Computational Thinking Berbasis Multimedia Interaktif, dan Augmented Reality dalam Pembelajaran Matematika.
Bagi UIR capaian diatas merupakan komitmen Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kuliatas pendidikan. Hadirnya Guru Besar diharapkan dapat memberikan kontribusi yang semakin luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang Matematika. (hms/smh)
Baca informasi seputar kampus lainnya pada laman http://uir.ac.id
Serta kunjungi website Penerimaan Mahasiswa Baru UIR http://pmb.uir.ac.id


