Bercita – cita untuk belajar dan berkesempatan menimba ilmu di luar negeri adalah impian setiap mahasiswa. Termasuk salah satunya adalah mengikuti program Student Exchange. Sebagai bentuk wujud dukungan pemerintah untuk memajukan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan teknologi (Kemdikbudristek) RI menyelenggarakan program yang bernama IISMA atau Indonesian Internasional Student Mobility Award dan Wahyuni Syafitri mahasiswi UIR dari Program Studi Psikologi yang berkesempatan mengikuti program ini.
Dalam wawancara, Yuni panggilan akrab nya pada Kamis (17/2/2022) menjelaskan bahwa IISMA adalah salah satu program yang di gagas pemerintah dimana bentuk programnya adalah pertukaran pelajar untuk mahasiswa-mahasiswi semester dua dan empat Indonesia ke beberapa kampus di luar negeri. Yang dimana segala bentuk pembiayaan pra keberangkatan dan biaya hidup selama di negara tujuan ditanggung sepenuhnya oleh Kemdikbudristek RI.
Yuni menyampaikan bahwa persiapan yang dia lakukan untuk tahapan awal administrasi pada IISMA Batch I 2021 sangatlah singkat hanya seminggu menjelang hari pendaftaran di tutup “sebenarnya saat itu persiapan saya untuk mengurus segala keperluan administrasi untuk mendaftar sangat singkat, hanya punya waktu seminggu untuk saya menyiapkan seperti sertifikat bahasa dan rekomendasi lain sebagainya, tetapi Alhamdulillah dari pihak UIR sangat memudahkan segala urusan saya ketika itu” ujar Yuni
Pada sesi yang sama Yuni juga menyampaikan ada beberapa tahapan seleksi yang harus di lalui nya yaitu tahap administrasi dan tahapan interview. Yang menjadi point penting adalah pada seleksi interview, dimana dia harus menjelaskan kepada tim seleksi bahwa feedback seperti apa yang ditawarkan dan apa nilai guna dari tawaran ini untuk orang sekitar dan bahkan untuk daerah asalnya setelah balik dari program pertukaran pelajar ini.
Setelah di nyatakan lulus oleh panitia seleksi maka keluar lah pengumuman dan dia ditempatkan di Michigan State University di USA. Disana Yuni mengambil beberapa mata kuliah sosial hukum seperti Effect of Mass Communication, Urban Politic, Family and Society serta beberapa mata kuliah lain diluar program studi yang Yuni tempuh di Indonesia . Pengalaman masuk ke dalam kelas dengan mata kuliah yang bermacam-macam memberikan pengalaman sendiri sekaligus menarik bagi Yuni, karena tentunya beberapa ke ilmuan tadi merupakan rumpun ilmu yang berkesinambungan dengan jurusan psikologi yang dia tempuh di UIR.
Selama menempuh pendidikan di Amerika, Yuni tidak pernah menemukan kendala yang berarti. Disana baik mahasiswa dan warga lokal nya sangat terbuka dan punya toleransi yang besar terhadap pendatang. Karena juga di MSU banyak mahasiswa mancanegara yang datang dari berbagai negara ini yang juga membuat warga lokal nya juga terbiasa dan tidak pernah sama sekali ada isu rasis selama di Michigan.
Pengalaman yang paling berkesan bagi Yuni selama kurun waktu satu semester disana adalah bisa merasakan salju untuk pertama kali se umur hidupnya “selama saya disana sempat merasakan beberapa musim fall, summer dan winter. Yang paling berkesan adalah winter disaat salju pertama turun semua orang disana exsited dan mood nya pada bagus. Saya juga sampai berlama-lama main salju dan buat boneka salju sangking senang dan baru pertama kalinya merasakan” ungkapnya.
Setelah menyampaikan pengalaman berkesannya, di akhir sesi wawancara Yuni menyampaikan beberapa tips bagi para mahasiswa UIR lainnya yang ingin ikut IISMA yaitu “ketika tes wawancara adalah kenali diri sendiri dan setelah mengenal diri maka buatlah mimpi serta tau bagaimanan mimpi itu untuk diwujudkan, tentunya dengan mimpi atau tawaran yang masuk akal untuk dilakukan. Kalau bisa setiap tawaran yang kita berikan ke panitia usahakan ada nilai atau value nya” pesannya.(rls/khk)


