Orasi Ilmiah Milad ke-64 UIR, Guru Besar UIR Bahas Tantangan Universitas di Era AI

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kian pesat, salah satunya hadir Artificial Intelligence (AI). AI menjadi tantangan dan peluang bagi dosen di Perguruan Tinggi untuk menggembangkan proses pembelajaran, pendidikan ataupun penelitian. Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT (Hons)., M.IT pada saat orasi ilmiah Rapat Istimewa Terbuka Senat sempena Milad ke 64 Tahun.

Orasi ilmiah tersebut mengusung tema “Universitas di Era AI : Menjaga Akal, Ilmu dan Amanah”. Penjabaran saat orasi ilmiah mengetuk hati banyak pendengar yang hadir di Ruang Auditorium Lantai IV Gedung Rektorat UIR pada Jumat, (04/09/2026), dengan dominasi audiens adalah dosen. Bagaimana tidak, ia membahas bagaimana tantangan, peluang pendidikan dan penelitian menuju UIR Berkelas Dunia Berbasis Iman dan Takwa.

Prof Arbi menyampaikan, integritas ilmiah di era kecerdasan artifisial bertumpu pada tiga komitmen teguh diantaranya verify, jangan pernah menelan luaran mesin tanpa validasi metodologis yang ketat. Kedua sisclose, akui dan nyatakan penggunaan AI secara terbuka dan jujur, dan ketiga responsible, pegang teguh kepemilikan mutlak atas setiap klaim karya ilmiah yang dipublikasikan.

“Keluasan teknologi ini datang bersama beban amanah yang berlipat ganda. Menurutnya AI mampu merangkai kalimat dengan nada yang sangat meyakinkan, kendati faktanya adalah halusinasi. Mesin tidak memiliki moral, algoritma tidak mengenal dosa ilmiah, dan sistem komputer tidak bisa disumpah di hadapan hukum maupun Tuhan”, tutur Prof Arbi.

Seiring perkembangan zaman, AI dapat membantu pengambilan keputusan ilmiah, tetapi akuntabilitas etis dan konsekuensi hukum selamanya tetap berada di pundak peneliti. Di tengah keamanan global menghadapi disrupsi etika teknologi, universitas universitas dunia kini sibuk mencari kompas kemanusiaan. Pada titik inilah identitas UIR bukan beban konseptual, melainkan menjadi keunggulan strategis.

“Tugas kita adalah mempertajam nurani dan daya pikir manusia. Jika mesin semakin mahir menulis, tugas kita adalah memastikan manusia memiliki kedalaman jiwa dan orisinalitas gagasan. Jika mesin semakin cepat mengalkulasi, tugas kita adalah mengawal agar arah peradaban tetap bermuara pada nilai kemaslahatan”, ucap Prof. Arbi.

Sempena Milad UIR ke 64 tahun ini, Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan UIR ini menutup dengan ungkapan, masa depan pendidikan bukanlah pertarungan antara manusia melawan mesin. Masa depan adalah tentang kebangkitan akademis yang diperkuat oleh teknologi, dan jiwanya senantiasa dibimbing oleh keimanan. (hms/smh)

Baca informasi seputar kampus lainnya pada laman http://uir.ac.id

Serta kunjungi website Penerimaan Mahasiswa Baru UIR http://pmb.uir.ac.id

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content