Di tangan para peneliti limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat berubah menjadi solusi bagi persoalan lingkungan. Hal itulah yang dilakukan salah satu dosen Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Riau (UIR) Arief Yandra, S.Si., M.Si., bersama tim yang juga terdiri dari dosen-dosen dan peneliti dari Malaysia diantaranya As Syifa Deera Rozaide, Dr. Abu Hassan Nordin, Dr. Siti Muhamad Nur Husna, Dr. Muhammad Luqman Nordin, Dr. Azrul Nurfaiz Mohd Faizal, dan Prof. Dr. Azlan Abdul Aziz.
Melalui riset pemanfaatan ampas kopi bekas sebagai penyerap limbah zat pewarna industri, Penelitian tersebut berhasil dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi ChemistrySelect terbitan oleh Wiley Online Library yang telah terindeks Scopus. Dalam penelitian ini, ampas kopi bekas dimodifikasi menggunakan kitosan untuk menghasilkan material adsorben ramah lingkungan yang mampu menyerap limbah zat pewarna tekstil secara efektif.
Permasalahan limbah zat pewarna industri tekstil hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan perairan. Kandungan zat warna sintetis sulit terurai secara alami dan dapat mencemari ekosistem sungai maupun perairan di lingkungan pemukiman. Berangkat dari persoalan tersebut, tim peneliti mencoba menghadirkan solusi berbasis limbah organik yang murah, mudah diperoleh, dan berkelanjutan.
Dalam risetnya, tim peneliti memanfaatkan spent coffee waste extract atau ekstrak ampas kopi bekas yang dikombinasikan dengan kitosan. Material tersebut kemudian diuji untuk menyerap zat pewarna Reactive Red 4 (RR4) yang umum ditemukan pada limbah industri tekstil. Hasilnya, material berbasis limbah kopi tersebut mampu menunjukkan performa adsorpsi yang tinggi dengan kapasitas maksimum mencapai 129,84 mg/g.
Tiak hanya itu, para penelitian juga membuktikan bahwa modifikasi ampas kopi mampu meningkatkan efektivitas penyerapan dibandingkan kitosan biasa. Struktur material yang dihasilkan menjadi lebih reaktif sehingga mampu menangkap molekul zat warna lebih optimal. Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa limbah kopi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi material pengolahan limbah yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Lebih lanjut, Penelitian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi para akademisi dan peneliti dalam mendukung inovasi berbasis green chemistry dan pengelolaan limbah berkelanjutan di kedua negara. Melalui riset tersebut, limbah ampas kopi yang sehari-hari banyak terbuang kini justru memiliki peluang baru sebagai teknologi sederhana untuk membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah industri.(kh/hms)
Penulis : As Syifa Deera Rozaide, Dr. Abu Hassan Nordin, Prof. Dr. Azlan Abdul Aziz (UiTM Perlis), Dr. Siti Muhamad Nur Husna, Muhammad Luqman Nordin (UM Kuala Lumpur), Dr. Azrul Nurfaiz Mohd Faizal (UPM Sarawak), Arief Yandra Putra, S.Si., M.Si (UIR)
Sumber Detail Artikel :
https://chemistry-europe.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/slct.202504860
Sumber Gambar : Pexel.com/AdityaOberai


