Menjaga Sungai Kampar Lewat Tanaman Lokal: Riset Dosen UIR untuk Pertanian Berkelanjutan

Sungai Kampar tidak hanya menyimpan kisah sejarah dan kehidupan masyarakat di sekitarnya, tetapi juga menjadi penopang utama ekosistem pertanian di Riau.

Sungai Kampar tidak hanya menyimpan kisah sejarah dan kehidupan masyarakat di sekitarnya, tetapi juga menjadi penopang utama ekosistem pertanian di Riau. Menyadari pentingnya kawasan riparian atau tepi sungai, tim dosen Universitas Islam Riau (UIR) bersama mitra peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan International Islamic University (IUM) Malaysia melakukan kajian mendalam mengenai keragaman tumbuhan lokal di bantaran Sungai Kampar. Penelitian ini dipublikasikan pada jurnal internasional Applied Ecology and Environmental Research edisi 2025, sebagai upaya mencari strategi pertanian yang berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan.

Melalui survei di delapan lokasi penelitian, para peneliti diantaranya Dr. Prima Wahyu Titisari, S.Si., M.Si., Dr. H. Elfis, M.Si., Heriyanto, S.P., M.Si.,  Dr. Susana Paulina Dewi, S.Hut., M.Si., dan Irina Safitri Zen, menggunakan metode analisis klaster untuk memetakan jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh di dua karakteristik tanah berbeda: podsolik dan gambut. Hasilnya, ditemukan 38 jenis tumbuhan dominan di tanah podsolik dan 26 jenis tumbuhan di lahan gambut, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifat kimia, fisik, biologi tanah, serta faktor iklim mikro. Temuan ini menegaskan bahwa setiap tipe tanah memiliki keragaman hayati khas yang penting untuk dilestarikan, serta keanekaragaman vegetasi riparian terbukti berperan dalam menjaga kualitas air, mencegah erosi, dan menstabilkan ekosistem sungai.

Dari hasil pengelompokan tersebut, sejumlah tanaman lokal seperti durian, jengkol, rambai, manggis, hingga pohon sialang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sistem agroforestry atau integrasi tanaman dengan lahan pertanian. Tanaman ini bukan hanya berfungsi ekologis sebagai penahan erosi dan penyerap air, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

“Clusterisasi tanaman lokal ini membantu kita memahami mana spesies yang cocok untuk dipadukan dengan sistem pertanian berkelanjutan di kawasan riparian,” jelas penulis utama, Dr. Prima Wahyu Titisari dari Fakultas Pertanian UIR.

Lebih lanjut, penelitian tersebut menegaskan bahwa pemanfaatan tanaman asli yang telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat dapat menjadi solusi jangka panjang menghadapi tantangan degradasi lahan, perubahan iklim, dan tekanan akibat aktivitas manusia. Model agroforestry berbasis tanaman lokal tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberi peluang tambahan ekonomi melalui hasil hutan bukan kayu, getah, maupun buah yang bernilai komersial. Dengan demikian, pertanian tidak hanya dilihat dari sisi produksi, melainkan juga sebagai upaya konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Penulis :

Dr. Prima Wahyu Titisari, S.Si., M.Si., Dr. H. Elfis, M.Si., Heriyanto, S.P., M.Si., Dr. Susana Paulina Dewi, S.Hut., M.Si., dan Irina Safitri Zen.

Informasi detail artikel : https://repository.uir.ac.id/24720/

Sumber Gambar : Liputan6.com

Susana paulina dewi

Ium irina safitri zen

Kunjungi website uir.ac.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Share:

More Posts

Universitas Islam Riau Campus
Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284
Indonesia

Telepon :  +62 761 674674
Faks :   +62 761 674834
Email : info[at]uir.ac.id

© Universitas Islam Riau developed by SIMFOKOM

Jl. Kaharuddin Nasution 113,
Pekanbaru 28284
Riau - Indonesia

FOLLOW UIR

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Copyright © Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) - Universitas Islam Riau.
Developed by BADAN SIMFOKOM

Copyright © Universitas Islam Riau. Developed by SIMFOKOM

Skip to content