• Riau Beternak Konflik

    Riau Beternak Konflik

    Persoalan asap yang sedang marayakan ulang tahun ke dua puluh dua tahun pada tahun 2019 ini, sudah merupakan derita panjang bagi kami dan kita orang Riau, yang selalu hiruk pikuk ketika asap tersebut datang. Bahkan ada sebagian masyarakat menilai bahwa musibah ini merupakan hibah bagi para pemain di pusat sana, agar dapat laba dalam proyek […]
Jl. Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru Riau
28284 Ph: +62.761.674.674 Fax.: +62.761.674.834
Email : info@uir.ac.id


16 Juli 2019
“Teliti Problematika ASEAN dalam Penanganan Kejahatan Penyelundupan Narkotika”, Rendi Prayuda Raih Gelar Doktor Politik Islam-Ilmu Politik

Pekanbaru, UIR : Konstruksi nilai dan norma yang masih bersifat informatif pada Declaration of ASEAN Drug yang digagas oleh ASEAN belum mampu secara optimal menangani kejahatan transnasional penyelundupan narkotika di kawasan Asia Tenggara. Deklarasi kesepakatan dan norma internasional tersebut bersifat terbuka dan tidak memaksa secara ketat bagi negara anggota ASEAN untuk mengesahkan dan menegakkan kesepakatan hukum internasional agar dilaksanakan disetiap negara anggota.

Sebagaimana disampaikan oleh Rendi Prayuda pada Sidang Promosi Doktor yang diselenggarakan Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik, Senin, (15/7) di Ruang Seminar Pascasarjana Kampus Terpadu UMY. Disertasinya yang berjudul “Problematika ASEAN dalam Menangani Kejahatan Transnasional Penyelundupan Narkotika di Kawasan Asia Tenggara” dipaparkan dihadapan Dewan Penguji.

Rendi menerangkan ASEAN belum mampu menyatukan visi dan misinya secara kelembagaan. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya jenis dan modus operandi penyelundupan narkotika di kawasan Asia Tenggara.

“Perubahan jenis varian narkotika, rute penyelundupan yang berubah-ubah dan penggunaan teknologi secara canggih membuat negara-negara ASEAN belum mampu mengikuti akselerasi dari motif  pelaku kejahatan penyelundupan narkotika, “ terangnya.

Upaya preventif dan represif telah dilakukan secara internasional dengan membuat berbagai kesepakatan dan pertemuan, diantaranya Annual Ministrial Meeting on transnational Crime (AMMTC), Pertemuan Menteri ASEAN dalam membahas masalah ancaman narkotika (ASOD) dalam mewujudkan ASEAN Drug-Free, ASEAN Chiefs of National Police (ASEANAPOL) dan ASEAN Narchotics Cooperation Centre (ASEAN-Narco).Namun kebijakan yang dilakukan ini belum berjalan secara optimal.

“Antisipasi yang dilakukan masih bersifat parsial dan domestik oleh masing-masing negara. Tidak terlembaganya nilai dan norma terhadap ancaman bersama terkait narkotika mengakibatkan penangangan ini masih fokus pada negara mana yang paling merasakan dampak negatif dari ancaman narkotika,” tambah Rendi.

Kontradiksi yang terjadi dalam semangat visi dan misi bersama negara – negara anggota ASEAN memberantas narkotika secara idealnya ini masih mengalami berbagai hambatan terutama dalam tawar menawar di level regional Asia Tenggara dan tawar menawar di level domestik negara berupa implementasi dan supremasi hukum setiap negara anggota ASEAN.

“Implementasi kerjasama penanganan kejahatan transnasional penyelundupan narkotika di kawasan Asia Tenggara telah terjadi kontradiksi antara idealita dan realitas organisasi internasional. Secara idealnya seluruh negara anggota ASEAN menyepakati nilai dan norma bersama dalam rezim keamanan ASEAN akan tetapi secara realita yang terjadi bahwa perbedaan persepsi terhadap ancaman narkotika oleh setiap negara anggota ASEAN dan perbedaan kepentingan nasional negara yang masing – masing sulit untuk disatukan mengakibatkan apa yang telah disepakati dan diimplementasikan belum dilaksanakan secara maksimal,” jelas Rendi.

Sidang promosi doktor bersifat terbuka dan disaksikan tamu undangan serta mahasiswa pascasarjana UMY. Hadir sebagai Dewan Penguji diantaranya, Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., M.Sc.Eng., Ph.D., P.Eng (Ketua Sidang), Dr. Zuli Qodir, M.Ag (Sekretaris Sidang), Prof. Dr. Tulus Warsito, M.Si. (Promotor/Penguji I), Dr. Surwandono, M.Si (Co-Promotor /Penguji II), Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A. (Penguji III), Faris Al-Fadhat, Ph.D. (Penguji IV), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc (Penguji V) dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP (Penguji VI).

Setelah mempertimbangkan jawaban atas pertanyaan dan keberatan Dewan Penguji pada Sidang Promosi Doktor, Rendi Prayuda dinyatakan lulus dan diberi gelar Doktor Politik Islam-Ilmu Politik. Rendi Prayuda menjadi doktor ke-23 yang diluluskan oleh Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik, Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Laporan : Humas UIR

Kembali

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2018/2019 dapat dilihat disini

panduan_pembayaran_baru

Silahkan Download Sertifikat BAN PT Prodi dan UIR disini

majalah-untuk-cetak-2_compressed

 

Profil Universitas Islam Riau dapat diunduh disini

UIRNews_E2

Untuk UIR News dapat di unduh disini

 

Kepada mahasiswa angkatan 2013/2018 Input KRS dan Pembayaran SPP Dasar semester Ganjil T.A 2019/2020 paling lambat tangal

19 AGUSTUS 2019

  1. Pembayaran dapat dilakukan melalui Bank :
    1. BPR Unisritama Kampus UIR (Fasilitas : Teller)
    2. Bank Syariah Mandiri (BSM) (Fasilitas : Teller, Internet Banking, Mobile Banking)
    3. Bank Mega Syariah (Fasillitas : Teller, ATM, Internet Banking)
    4. Bank Negara Indonesia (BNI) (Fasilitas : Teller, ATM, Internet Banking, Mobile Banking)
  2. Bagi mahasiswa yang tidak mengindahkan batas waktu yang telah ditetapkan, maka mahasiswa tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan semester ganjil pada T.A 2019/2020

Pekanbaru, 26 Juni 2019

Wakil Rektor Akademik,

 

 

Dr. H. Syafhendry, M.Si

Download SK Penyesuaian Kewajiban Mahasiswa Baru 2019/2020

Disini

HASIL-SELEKSI-DOSEN-KONTRAK-2019
PENGUMUMAN-DOSEN-TETAP-V.1

 

Pengumuman penerimaan dosen tetap UIR dapat diunduh disini

 

UirNews Edisi 3

Untuk UIR News Edisi Ketiga dapat di unduh disini

 

Berikut berita acara dan data nama penerimaan dosen Universitas Islam Riau yang lulus Administrasi Tahun 2019.

BA-PENERIMAAN-DOSEN-FAI-DAN-PSIKOLOGI

File dapat diunduh disini